benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjung Harapan merilis fire hotspot. Selain itu juga dijelaskan tingkat kemudahan terbakar (Fine Fuel Mouisture Code-FFMC), potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Utara (Kaltara).
Untuk FFMC atau tingkat kemudahan terbakar, sesuai rilis BMKG per tanggal 31 Juni 1 Agustus, dari lima kabupaten kota wilayah Bulungan dan Malinau yang masuk zona merah. Artinya, resiko kebakaran hutan dan lahan tertinggi.
“Kabupaten Bulungan tingkat kemudahan kebakaran lahan berada pada level sangat tinggi. Dan dihimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan secara sengaja di tempat terbuka agar meminimalisir terjadinya kebakaran yang luas,” ucapnya dalam rilis, Senin (31/7/2023).
Berdasar peta gambaran kerentanan kebakaran selain kabupaten Bulungan, Kabupaten Malinau juga masuk dalam zona merah.
Sementara di Tana Tidung, Nunukan dan sebagian Tarakan, dalam kategori zona biru, kuning dan hijau.
Dijelaskan, FFMC menunjukkan tingkat potensi kemudahan terjadinya kebakaran ditinjau dari parameter cuaca pada bahan-bahan ringan mudah terbakar di lapisan atas permukaan tanah.
Kategori merah, menunjukkan kerentanan kebakaran paling tinggi. Dengan tingkat resiko di atas 82 persen.
Penyebab resiko ini, adalah banyaknya alang-alang dan dedaunan yang biasanya menutupi lantai hutan dalam kondisi sangat kering dan sangat mudah terbakar.
Kategori biru, sebagai yang paling kecil rentan kemudahan kebakaran. Yaitu di bawah angka-72. Ini karena, alang-alang dan dedaunan yang biasanya menutupi lantai hutan dalam kondisi basah dan sulit terbakar.(*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Ramli







