benuanta.co.id, TARAKAN – Bibit Siklon Tropis 98W terpantau di Samudra Pasifik sebelah utara Papua dengan kecepatan angin maksimum 20 knots atau 37 kilometer per jam dan tekanan udara minimum 1006.0 hPa yang bergerak ke arah Barat Laut akibatkan Kalimantan Utara masuk wilayah yang berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat dan petir pada tanggal 18 – 20 Juli 2023.
Siklon yang terjadi merupakan siklon Talim. Meskipun jarak siklon yang terjadi berada jauh dari wilayah Kalimantan Utara namun tetap memiliki dampak.
Kepala BMKG Kota Tarakan, Muhammad Sulam Khilmi mengungkapkan, hal ini sedikit banyak akan berpengaruh dalam tiga hari ke depan untuk wilayah Kaltara.
“Masih berpotensi hujan lebat yang disertai dengan kilat dan angin kencang,” papar Khilmi, Selasa (18/7/2023).
Berdasarkan berita rilis resmi dari BMKG kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan, kecepatan angin, dan ketinggian gelombang laut di sekitar wilayah bibit siklon tropis dan di sepanjang daerah low level jetkonvergesi.
Adapun wilayah berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat dan petir selama tiga hari ke depan pada tanggal 18 Juli 2023 ada Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua dan Riau.
19 Juli 2023, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kep. Riau, Bengkulu, Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Maluku Utara, serta Papua.
Dan terakhir pada tanggal 20 Juli 2023 ada wilayah Sumatera Barat, Riau, Kep. Riau, Bengkulu, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat, Papua.
Khilmi juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap sekecil apapun perubahan cuaca dan juga tetap mengikuti peringatan dini mengenai gelombang tinggi di wilayah perairan.
“Jika ada peringatan dini terkait gelombang tinggi supaya waspada dan memperhatikan mungkin dirasa bahaya untuk tidak melaksanakan aktivitas di perairan,” pungkasnya.(*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Ramli







