Pemprov Kaltara Jalin Kerjasama dengan Korem Normalisasi Sungai Selor

benuanta.co.id, Bulungan – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) bersama Komando Resor Militer (Korem) 092/Maharajalila menjalin perjanjian kerjasama dalam penanganan dan pembersihan Sungai Selor atau Sei Buaya yang kini ditutupi gulma enceng gondok.

Dalam perjanjian kerjasama itu dihadiri langsung Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang, Danrem 092/Maharajalila Brigjen TNI Ari Estefanus, asisten, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPR Perkim) Provinsi Kaltara Helmi dan lainnya.

Baca Juga :  Gubernur Hadiri Entry Meeting Pemeriksaan LKPD 2025, Tegaskan Komitmen Transparansi

Gubernur Zainal mengatakan pembersihan sungai dari enceng gondok sudah diprakarsai olehnya sejak masih menjabat sebagai Wakapolda Kaltara. Namun karena gulma ini memiliki pertumbuhan yang sangat cepat, sehingga kembali menutupi permukaan air sungai.

“Untuk itu memang perlu adanya kegiatan di sana untuk merevitalisasi agar sungai ini bisa berfungsi seperti sediakala. Saya dapat informasi jika dulu speedboat reguler pernah melintas dan menurunkan penumpang di Sungai Selor,” ucap Zainal kepada benuanta.co.id, Kamis 13 Juli 2023.

Baca Juga :  Gandeng Pengusaha Nasional, Gubernur Dorong Realisasi Investasi Pendidikan dan Kesehatan

Dirinya ingin agar sejarah penamaan Tanjung Selor yang berawal dari Sungai Selor tetap ada. Informasi yang diterimanya, dulunya sungai ini memiliki daratan yang menjorok ke sungai sehingga wilayah tersebut dinamakan Tanjung Selor.

“Untuk itu harus kita pertahankan agar sejarah Tanjung Selor yang berawal dari Sungai Selor tetap ada,” sebutnya.

Proyeksi ke depan, setelah dilakukan revitalisasi maka di sepanjang Sei Buaya akan dijadikan pusat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan tempat berekreasi untuk masyarakat.

Baca Juga :  Gubernur Hadiri Entry Meeting Pemeriksaan LKPD 2025, Tegaskan Komitmen Transparansi

“Normalisasi sungai bentuk upaya kita meningkatkan prasarana pengendalian banjir pada kawasan perkotaan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Perkim Kaltara, Helmi menjelaskan sungai yang akan dilakukan normalisasi oleh Korem 092/Maharajalila sepanjang 7 kilometer.

“Anggarannya Rp 5 miliar yang akan dikerjakan hingga akhir tahun 2023, berasal dari APBD,” singkatnya. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Nicky Saputra

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *