Akses Jalan di Dataran Tinggi Krayan Memprihatinkan

benuanta.co.id, NUNUKAN – Kondisi akses jalan utama penghubung beberapa Kecamatan di daratan tinggi Krayan kian dikeluhkan masyarakat. Hal ini lantaran tak kunjung mendapat perhatian dari pihak pemerintah, meskipun telah berulang kali diusulkan baik ditingkat Musrenbang hinga ke DPRD Provinsi Kalimantan Utara.

Jalan tanah yang rusak parah itu tidak hanya berdampak pada aktivitas masyarakat, kerusakan ini pun berdampak besar pada pendistribusian sembilan bahan pokok (Sembako). Bahkan sejumlah kebutuhan pokok masyarakat ikut mengalami kenaikan harga akibat dampak dari akses jalan yang sangat sulit dilalui itu.

Camat Krayan Selatan, Oktavianus Ramli mengatakan, kondisi masyarakat di Krayan sangat bergantung pada akses jalan itu. Sebab, segala aktivitas masyarakat dan pendistribusian barang baik sembako hingga Bahan Bakar Minyak (BBM) hanya bisa didistribusikan dari Krayan Induk ke Kecamatan Krayan Barat, Krayan Tengah, Krayan Selatan hingga Krayan Timur dengan melalui akses jalan tersebut.

Baca Juga :  DKUKMPP Nunukan Sidak Alat Ukur di Pasar Tradisional, 3 Timbangan Disita Petugas

“Jalan rusak parah, sekarang ini transportasi kita ini macet sudah di jalan, semua kendaraan yang lewat baik yang roda dua maupun roda empat tenggelam lumpur sudah semua,” kata Oktavianus kepada benuanta.co.id, Kamis (13/7/2023).

Dikatakannya, jika beberapa waktu lalu, intensitas hujan yang tinggi menyebabkan beberapa titik lokasi pada jalan tersebut yang rusak dan longsor, kini sepanjang jalan dari Krayan Induk hingga ke 4 Kecamatan lainnya sudah rusak parah.

Oktavianus mengungkapkan, bahkan sejumlah kendaraan roda empat yang membawa berang sembako dan BBM harus bermalam hingga dua hari di jalan lantaran tenggelam lumpur.

“Semua kendaraan yang lewat itu bannya tenggelam semua, jadi harus ada 5 mobil yang lewat itu harus bantu ditarik pake tali baru bisa keluar dari lumpur,” ucapnya.

Baca Juga :  Layanan Gratis NIB hingga Sertifikat Halal Diserbu Antusiasme Pelaku Usaha di Nunukan

Kondisi ini menurutnya sudah menjadi santapan biasa bagi masyarakat di Krayan saat hujan deras mengguyur, namun kondisi jalan itu diakuinya kian parah lantaran tak kunjung mendapat perhatian perbaikan dari Pemerintah.

Selama ini, Oktavianus mengaku telah menyampaikan keluhan tersebut ke pihak Pemerintah bahkan telah melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD Provinsi Kalimantan Utara. Namun, hingga saat ini belum ada perbaikan.

“Ini jalan Provinsi, kita semua tahu ini satu-satunya akses utama masyarakat di sini, baik mobilitas orang maupun barang, tapi sampai saat ini tidak ada perhatian dari Pemerintah, yang ada jalannya malah makin rusak parah,” ujarnya.

Sementara itu, lantaran sulitnya akses membawa barang menyebabkan sejumlah sembako naik gula, minyak, Kopi dan kebutuhan lainnya mengalami kenaikan harga. Seperti halnya harga gula pasir yang biasanya Rp 25 ribu per kilogram kini sudah mencapai Rp 30 ribu bahkan hingga Rp 35 ribu.

Baca Juga :  Peresmian Rumah Adat Suku Dayak Tenggalan Diramaikan Tarian Yanti Pulu

Oktavianus menyatakan, naik harga tersebut mengingat sulitnya akses yang harus dilalui kendaraan saat membawa sembako tersebut. Meskipun harganya naik, masyarakat tetap membelinya sebab merupakan kebutuhan pokok yang dibutuhkan.

“Memang saat ini ada SOA masuk seminggu sekali, tapi kalau akses untuk pendistribusiannya rusak begini, kita mau bagaimana lagi,” jelasnya.

Ia berharap Krayan tidak dibeda-bedakan Pemerintah dari daerah lainnya, sehingga bisa mendapat lebih memperhatikan kondisi masyarakat di daratan tinggi Krayan yang sangat bergantung dengan akses jalan itu.

“Kepada Pemerintah, janganlah kami yang di Krayan ini di kelas dua kan dari daerah-daerah lainnya yang ada di Kaltara, kami juga butuh perhatian dari Pemerintah,” pungkasnya.(*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *