benuanta.co.id, BULUNGAN – Guna menciptakan kondisi yang kondusif dan aman dalam perayaan natal 2022 dan tahun baru 2023 (Nataru), yang nantinya digelar selama 2 pekan lamanya. Polda Kaltara menggelar Operasi Lilin Kayan 2022, itu ditandai dengan apel gelar pasukan dengan melibatkan instansi samping seperti beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Kaltara dan juga Korem 092 Maharajalila.
Kapolda Kaltara Irjen Pol Daniel Adityajaya dalam memimpin gelar pasukan itu didampingi oleh Asisten I Setda Kaltara Datu Iqro Ramadhan, dalam amanatnya pelaksanaan operasi lilin ini akan dilakukan dari tanggal 23 Desember 2022 sampai 2 Januari 2023.
“Operasi Lilin ini sebenarnya hampir sama dengan Operasi Ketupat, di mana tujuannya supaya masyarakat yang melaksanakan perayaan ibadah natal atau mobilisasi masyarakat tentunya berkumpul dengan keluarga maka perlu pengamanan,” ujarnya kepada benuanta.co.id, Kamis 22 Desember 2022.
Dia melanjutkan pengamanan juga perlu dilakukan kepada kegiatan arus mudik dari Kaltara menuju keluar daerah begitu juga kegiatan dari luar masuk ke Kaltara. Tentunya juga tahun baru dipastikan adanya kegiatan yang melibatkan masyarakat banyak butuh pengamanan dari polisi.
“Untuk wilayah Kaltara sendiri, mobilisasi lebih banyak dilakukan di udara dan laut meskipun didarat ada tapi tidak banyak. Tempat-tempat itulah yang akan kita amankan,” terangnya.
Tak sendiri, dalam pengamanan itu Polda Kaltara libatkan TNI dan tokoh masyarakat. Tujuannya untuk menciptakan situasi di Kaltara tetap kondusif, teranyar kasus terorisme yang sempat terjadi di Polsek Astana Anyar di Kota Bandung menjadi perhatiannya untuk di antisipasi agar tidak terjadi di Kaltara.
“Antisipasi itu tetap kita lakukan secara preventif dan mengoptimalkan serta meminimalisir munculnya potensi gangguan kriminal dan terorisme,” ucapnya.
Selain itu akan melaksanakan tindakan preventif berupa kegiatan patroli, penempatan polisi penjagaan di tempat tertentu dan penegakan hukum saat ditemukan adanya pelanggaran hukum.
“Ini akan kami lakukan koordinasi juga dengan TNI khususnya di perbatasan, unsur intelijen dan Densus untuk penanganan. Kaltara cukup rawan karena perbatasan dengan negara luar,” sebutnya.
Sementara itu, Karo Ops Polda Kaltara Kombes Pol Prasodjo Wibowo menyebutkan dalam pelaksanaan operasi lilin ini, polisi akan mendirikan 31 pos itu di antaranya pos pelayanan ada 14 dan pos pengamanan ada 17 yang tersebar di 5 kabupaten kota.
“Letaknya ada di pelabuhan, bandara, gereja dan tempat-tempat keramaian. Sedangkan personel yang diturunkan dalam pengamanan sebanyak 438 orang, dari polda ada 82 orang sisanya dari polres jajaran,” tuturnya.
Khusus untuk batas Bulungan Berau tahun ini sudah tidak didirikan pos terpadu, yang disiagakan nantinya dari Direktorat Lalu Lintas Polda Kaltara.
“Itu dibekap oleh Unit PJR Ditlantas Polda,” pungkasnya.(*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: Ramli







