benuanta.co.id, NUNUKAN – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Nunukan mencatat jumlah kasus penderita HIV di wilayah perbatasan sejak Januari hingga Agustus 2022 sebanyak 14 orang.
Penanggung Program HIV Dinkes P2KB Nunukan, Nur Hadi mengatakan pada tahun 2021 jumlah penderita HIV di Kabupaten Nunukan sebanyak 19 orang, di tahun ini hingga Agustus 14 orang.
“Dari 14 orang yang positif HIV ini di bawah usia 20 tahun ditemukan sebanyak 2 orang, sedangkan dari usia 20-40 tahun yang lebih banyak ditemukan yakni 7 orang, tidak hanya itu usia 40-50 juga ditemukan 5 orang, dan di usia 50 tahun kami temukan 1 orang,” kata Nur Hadi, Sabtu (12/11/2022).
Sementara untuk penyakit Aids hingga kini tidak ditemukan di Kabupaten Nunukan. Kata Nur Hadi penyakit HIV ini ditularkan karena hubungan seks bebas.
Terpisah, Pemegang Program Penyakit Tidak Menular Puskemas Sedadap, Tri Widiastuti menyampaikan pihaknya telah melakukn deteksi pemeriksaan triple eliminasi. Triple Eliminasi merupakan program yang diadakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk menanggulangi penularan HIV, sifilis dan hepatitis B pada ibu hamil kepada bayinya, dan calon pengantin.
“Tujuannya adalah untuk melakukan pengecekan HIV, penyakit kelamin dan hepatitis. Saat dideteksi jika ditemukan maka akan segera dilakukan penanganan dari puskesmas,” jelasnya.
Pihaknya juga melakukan penyuluhan ke sekolah-sekolah baik itu tentang HIV, dan bahayanya narkoba (nafsa). Tidak hanya itu, pihaknya juga melakukan kunjungan kerumah kelompok resiko. (*)
Berikut Data Penderita HIV di Kabupaten Nunukan
- HIV 2021 :
Di bawah usia 20 tahun : 1 orang
Usia 20-40 : 17 orang
Usia 40 : 1 orang
Total: 19 orang
- HIV 2022:
Di bawah usia 20 : 2 orang
Usia 20 – 40 : 7 orang
Usia 40-50 : 4 orang
Di atas usia 50 : 1 orang
Total: 14 orang
Sumber data dari Dinkes P2KB Nunukan
Reporter : Darmawan
Editor : Nicky Saputra







