benuanta.co.id, NUNUKAN – Sebulan pasca bencana longsor yang mengakibatkan jalan utama penghubung Krayan Induk dan Krayan Selatan terputus, kini jalan alternatif telah selesai dikerjakan dan bisa dilalui kendaraan.
Hal tersebut disampaikan oleh Kasubag Informasi BPBD Nunukan, Muhammad Basir, mengatakan jalan alternatif tersebut mulai di kerjakan sejak Senin (3/10) lalu dan saat ini sudah bisa dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.
“Pengerjaannya baru bisa dilaksanakan karena sempat terhambat jalan yang licin dan rusak akibat hujan jadi alat bertanya baru bisa sampai dititik lokasi itu Sabtu (1/10),” ujar Basir kepada benuanta.co.id, Rabu (5/10/2022).
Diungkapkannya, jalan alternatif yang telah selesai dikerjakan tersebut diperkirakan panjangnya kurang lebih 300 Meter yang mana jarak jalan alternatif tersebut tak jauh dari titik longsor.
“Ini hanya jalan alternatif untuk sementara, sambil menunggu pengerjaan jalan utama,” katanya.
Pengerjaan jalan alternatif dikerjakan secara gotong royong bersama dengan pihak Pemerintah, TNI-Polri dan masyarakat setempat. Sementara untuk perkiraan waktu pengerjaan jalan utama, Basir mengatakan diperlukan waktu sekitar satu hingga dua bulan ke depan yang mana jalan utama tersebut akan dikerjakan dengan membuat link jalan baru.
Dikatannya, selama ini sejak terputusnya jalan utama antar dua kecamatan ini membuat pasokan kebutuhan masyarakat Krayan Selatan mengalami kelangkaan terutama kebutaan Bahan Bakar Minyak (BBM). Sehingga dengan selesainya jalan alternatif yang dikerjakan diharapkan mobilitas kebutuhan masyarakat bisa kembali normal.
Selian itu, Basir mengatakan dari hasil pantauan BPBD dilapangkan, pihaknya mendapati ada beberapa titik yang dinilai dapat berpotensi terjadi longsor susulan.
“Dari hasil tinjauan kita di lapangan ada dua titik lokasi yang berpotensi bisa terjadi longsor susulan, sehingga harus tetap di waspadai,” pungkasnya.(*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Ramli







