benuanta.co.id, TARAKAN – Dugaan sengketa lahan yang terjadi di Jalan Amal Lama tepatnya di area Bumi Perkemahan Binalatoeng mengundang kontra tersendiri dari pihak masyarakat sendiri.
Kontra ini diperlihatkan warga masyarakat Pantai Amal karena diduga tanah milik mereka akan diambil alih oleh TNI AL.
Berdasarkan pantauan benuanta.co.id di lapangan, warga sudah dua hari terhitung mulai Senin, 19 September 2022 hingga Selasa, 20 September 2022. Demo ini diperkirakan mulai sejak 09.30 tadi pagi.
Salah satu masyarakat RT 5 Pantai Amal, Hj. Faidah mengaku sempat mendapatkan dorongan dari oknum TNI AL yang berjaga di lokasi.
“Saya itu cuma minta izin melihat tanah saya yang ada di dalam (Bumi Perkemahan Binalatoeng) tapi belum saya masuk saya didorong dan hp saya jatuh diinjak-injak juga saya,” bebernya, Selasa (20/9/2022).
Meski tidak terdapat luka yang terlalu parah, ia mengaku kecewa dan sedih lantaran dirinya perempuan diperlakukan tidak baik oleh aparat.
Saat ini warga hanya ingin masuk ke dalam Bumi Perkemahan Binalatoeng untuk melihat apakah ada aktivitas pembangunan di atas lahan warga.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih terus berkumpul dan memblokade jalan di depan Taman Anggrek menuju Pantai Amal.
Benuanta.co.id masih mencoba mengkonfirmasi ke pihak TNI AL terkait adanya sengketa lahan dengan warga ini.(*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Ramli







