benuanta.co.id, NUNUKAN – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) telah mengunjungi dan meliat langsung jalan longsor di Kecamatan Krayan Selatan.
Tokoh masyarakat Krayan Selatan, Hendry S. Paren, mengatakan momen kunjungan lapangan TIM PUPR Kaltara, itu untuk melihat secara langsung kondisi longsor tersebut.
“Kajian ini luar biasa, dengan hasil laporan kajian, sepanjang sejarah baru kali ini terjadi di daerah kami, di titik terparah di Desa Po’Terutung,” kata Hendry, Senin (19/9/2022).
Akibat longsor ini setidaknya jalan mengalami rusak sepanjang 200 meter, dan lebar jalan 8 meter dengan ketinggian kurang lebih 150 meter, yang satu-satunya akses jalan atau mobilisasi pelintasan masuknya sembako bagi masyarakat.
Beberapa titik lain yakni, 2 titik jembatan putus di jalan Krayan selatan, Long layu menuju Pa’Upan. Serta beberapa sawah warga tertimbun pasir.
Menurut Hendry, jika curah hujan dan insentitas tinggi tetap terjadi di wilayahnya diperkirakan akan terjadi longsor susulan di lokasi tersebut.
“Penduduk terdampak bencana diperkirakan 2.150 jiwa,” jelasnya.
Terpisah Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan Serfianus mengatakan, kejadian ini baru pertama kali terjadi di wilayah Krayan, karena adanya curah hujan yang sangat tinggi sehingga terjadi longsor.
“Saya mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati,” tutup Serfianus. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: Yogi Wibawa







