benuanta.co.id, BULUNGAN – Setelah kurang lebih 5 tahun lamanya Sekolah Dasar Negeri (SDN) 019 Tanjung Selor lahannya bermasalah dengan hukum, sehingga tidak ada pembangunan. Akhirnya di tahun 2022 ini telah ada pembangunan fisik.
Bupati Bulunga, Syarwani mengatakan permasalahan lahan SDN 019 Tanjung Selor yang sempat bersengketa dengan salah satu warga yang mengklaim menjadi miliknya, kini sudah selesai. Sehingga di tahun ini dapat dilakukan pembangunan fisik gedung sekolahnya.
“Masalah lahannya sudah selesai, kita pastikan lahan ini clean and clear secara hukum dan ini dalam kepemilikan pemerintah daerah,” ujar Syarwani kepada benuanta.co.id pada Selasa, 13 September 2022.
Syarwani menjelaskan, SDN 019 Tanjung Selor merupakan sekolah dasar yang bersejarah, pasalnya sudah ada sejak dulu dan menjadi satu-satunya yang berlokasi di wilayah Kampung Arab Kelurahan Tanjung Selor Hulu.
“SDN ini sangat bersejarah dan itu merupakan SD 1 yang pertama di Tanjung Selor, dulu sangat terkenal SD ini,” ucapnya.
Syarwani menjelaskan jika SDN 019 ini sebelumnya pernah dianggarkan, karena adanya permasalahan lahan hingga masuk ke ranah hukum sehingga tertunda. Namun setelah proses panjang, akhirnya masalah lahan selesai dan kini sudah ada pembangunan.
“Pembangunannya sempat terhambat kurang lebih 5 tahun, karena SD ini bersejarah dan banyak pimpinan daerah yang mengecap pendidikan di SD disini. Saya sampaikan untuk dapat dibangun dan menjadi skala prioritas kita,” jelasnya.
Kata dia, anggaran yang digunakan merupakan dana alokasi khusus (DAK) tahun 2022 dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) sebesar Rp 1,35 miliar yang dikelola oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bulungan.
“Fisik bangunan ada 6 ruangan kelas, ruang tengah itu perpustakaan, ada ruangan laboratorium dan UKS. Kemudian ada perumahan guru, yang belum saya lihat ini ruang guru dan kepala sekolahnya,” tuturnya.
Pihaknya melihat progres pembangunan sudah masuk 40 persen untuk fisik, target penyelesaian bulan November 2022 tergantung ketersediaan material. Pasalnya pekerja yang ada saat ini ada 16 orang.
“Sebelum SDN 019 ini dibongkar itu merger dengan SDN 003 Tanjung Selor, itu sudah ada guru dan pelajarnya. Ketika ini selesai maka pindah kesini dan SDN 003 bisa merger juga dengan SDN 019,” paparnya.
Untuk diketahui pelaksanaan pekerjaan dilakukan selama 172 hari, pelaksananya oleh CV Karya Utama dan konsultan pengawasnya adalah CV ART Caravan Design dengan nilai kontrak sebesar Rp1.349.893.000. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: Matthew Gregori Nusa







