benuanta.co.id, NUNUKAN – Kemeriahan perayaan HUT RI warga Kelurahan Nunukan Timur, terpaksa harus dihentikan lantaran merenggut korban jiwa saat perlombaan.
Seorang buruh pelabuhan bernama Jupri (50) terbaring lemas dan dinyatakan meninggal dunia saat sedang antusias mengikuti perlombaan tarik tambang pada Selasa, 23 Agustus 2022.
Roy, selaku ketua panitia mengatakan korban mengikuti lomba tarik tambang mewakili RT 12 Jalan Pangkalan Posal. Kegiatan perlombaan ini sebenarnya sudah dilaksanakan selama 3 hari, namun baru hari ini dilaksanakan perlombaan tarik tambang.
“Korban ikut lomba mewakili RT nya, anaknya juga tadi ikut satu tim dengan beliau,” ujar Roy kepada benuanta.co.id, Selasa (23/8/2022).
Roy mengungkapkan, selama ini setiap ada perlombaan antar RT, Jupri selalu ikut berpartisipasi dan selalu menjadi jangkar saat lomba tarik tambang.
“Almarhum ini memang punya hobby dari dulu tarik tambang, karena kita ini hampir 2 tahun Covid tidak ada perlombaan jadi mungkin semangatnya untuk ikut luar biasa sekali,” ungkapnya.
Dijelaskannya, saat babak pertama perlombaan tarik tambang dimulai, korban sudah sempat ditegur oleh teman satu tim nya untuk istirahat agar diganti oleh tim cadangan, namun korban menolak dan tetap memilih untuk melanjutkan pertandingan hingga skor 1-1.
Saat harus dilakukan pertandingan lagi untuk penentuan pemenang, di babak penyisihan yang diikuti oleh 10 tim dari perwakilan 10 RT ini.
Jupri sempat dilarikan ke puskesmas
“Kita tidak menyangka kejadian ini akan terjadi, saat almarhum terbaring kita tahan mobil pickup yang lewat untuk dibawa ke Puskesmas Nunukan Timur, itu tadi kejadiannya sekitar jam 3,” sambung Roy.
Pada saat dibawa ke Puskesmas Nunukan Timur di sana tidak ada perawat yang sedang bertugas, sehingga korban langsung dilarikan Puskesmas Nunukan.
“Saat kita sampai di puskesmas, dokter di sana bilang sudah tidak bernyawa lagi,” bebernya.
Roy mengatakan, dari informasi yang didapatkan dari pihak keluarga, Jupri memang memiliki riwayat penyakit asma.
“Almarhum memang punya riwayat Asma, istrinya tadi pergi kondangan. Katanya istrinya tadi mau menelpon larang jangan ikut bertanding tapi istrinya tidak punya pulsa untuk menelepon,” ungkapnya.
Roy menyampaikan, kejadian ini merupakan musibah yang tidak terduga bagi mereka. Dengan adanya musibah yang terjadi pertandingan langsung dihentikan oleh panitia, dan diputuskan total hadiah perlombaan tarik tambang akan diserahkan ke pihak keluarga berduka.
“Jadi pertandingan tarik tambang ini hadiahnya juara 1 itu Rp 4 juta, juara 2 senilai Rp 3 juta, juara 3 senilai Rp 2 juta, dan juara 4 yakni Rp 1 juta, jadi total hadiah Rp 10 juta ini kita panitia dan warga setempat sepakat tadi sudah menyerahkan ke pihak keluarga almarhum.” jelasnya. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Matthew Gregori Nusa







