Banyak Masyarakat Dirujuk ke Tarakan, Dirut RSUD Nunukan Akui Minim Dokter Spesialis

benuanta.co.id, NUNUKAN – RSUD Nunukan masih terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Baik pelayanan kepada pasien maupun fasilitas kesehatan hingga ketersediaan dokter spesialis.

Direktur Utama (Dirut) RSUD Nunukan, dr. Dulman, mengatakan saat ini RSUD Nunukan masih kekurangan dokter spesialis khususnya bedah syaraf dan Urologi. Selian itu pihaknya juga tengah menunggu pengadaan CT Scan yang baru dari Kementrian Kesehatan.

“Termasuk kekurangan CT scan. Kita punya CT scan tapi sudah lama sekali sudah hampir 12 tahun kita digunakan,” ujar Dulman kepada benuanta.co.id, Selasa (2/8/2022).

Baca Juga :  Tim Patroli Polres Nunukan Bubarkan Aksi Balap Lari di Jalan Antasari

Dulman mengatakan, upaya peningkatan pelayanan kesehatan terus dilakukan agar tidak ada lagi pasien dari Nunukan yang harus di rujuk ke RSUD dr Jusuf SK di Tarakan.

“Sebenarnya untuk biaya pengobatannya ketika dirujuk itu ditanggung oleh BPJS, tapi kita juga perlu memikirkan untuk biaya transportasi, makan dan penginapannya di sana,” Katanya.

Dijelaskannya, pasien yang dirujuk ke Tarakan tersebut lantaran kurangnya fasilitas kesehatan dan dokter spesialis yang menangani penyakit tertentu.

Baca Juga :  Dukung Peningkatan Produksi Pertanian Wabup Hermanus Serahkan 14 Unit Alsintan

“Tahun depan kita akan melengkapi dokter spesialis yang belum ada di RSUD termasuk alat CT Scan yang akan didatangkan tahun depan sudah di setujui Kementerian, agar tidak ada lagi pasien kita yang harus di rujuk ke luar,” ungkapnya.

Terkait kapasitas tempat pasien rawat inap di RSUD Nunukan, saat ini bisa menampung sekitar 200 tempat tidur pasien.

“Kapasitas rawat inap masih cukup, apa lagi saat ini ada satu bangunan yang belum kita fungsikan kembali karena tengah direnovasi. Ketika bangun ini kita sudah fungsikan pasti akan sangat mencukupi,” ucapnya.

Baca Juga :  Cegah PMK, 90 Ternak Sapi di Nunukan Selatan di Vaksinasi

Persoalan keterisian ruang rawat inap. Ia menyebut, RSUD Nunukan tidak sama dengan rumah sakit di daerah lain.

“Kalau di RS lain untuk pasien di kelas 1 diperuntukkan untuk 2 pasien. Sedangkan di RSUD Nunukan untuk kelas 1 masih digunakan untuk 1 orang pasien, begitu juga dengan kelas 2 itu untuk 3 orang sedangkan di RSUD isinya untuk 2 pasien.(*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *