Dinkes Kaltara Upayakan Ada Vaksin Booster di Bandara dan Pelabuhan 

benuanta.co.id, BULUNGAN – Suntikan vaksin booster sebagai syarat melakukan perjalanan kembali diterapkan pemerintah. Salah satu tujuannya untuk menghindari tidak terjadinya penularan Covid-19 yang saat ini ada subvarian baru muncul yakni Omicron BA.4 dan BA.5.

Tak hanya untuk wilayah Jawa dan Bali saja diperketat menggunakan sertifikat booster, di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) untuk perjalanan menggunakan pesawat juga diterapkan sejak tanggal 17 Juli 2022 lalu.

“Penggunaan booster untuk beberapa fasilitas mulai diterapkan, bahkan di Jawa itu saat masuk mall saja diterapkan harus booster,” ucap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltara Usman kepada benuanta.co.id, kemarin.

Baca Juga :  Belum Ada Instruksi Pemutihan Pajak Kendaraan, Bapenda Dorong Kepatuhan Warga

Dirinya menjelaskan bagi pelaku perjalanan yang sudah vaksin booster maka sudah dibebankan untuk melakukan test PCR atau rapid test antigen.

BACA JUGA :

Namun yang hanya memiliki vaksin dosis 2 maka diwajibkan menunjukkan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 1×24 jam atau hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3×24 jam sebelum keberangkatan.

Baca Juga :  Tiket Speedboat Tanjung Selor–Tarakan Kini Bisa Dibeli Online

“Untuk vaksinasi booster kita memang masih rendah, untuk itu untuk percepatan akan kita koordinasikan pihak bandara dan pelabuhan agar ada pemberian vaksin di tempat,” tuturnya.

Hanya saja butuh pertimbangan, jika penumpang dari wilayah setempat bisa saja. Namun saat yang berasal dari luar maka masih dipertimbangkan, terlebih pemberian vaksin ini membutuhkan waktu untuk sertifikatnya muncul di aplikasi Peduli Lindungi.

Baca Juga :  Kasus Tambang Diselidiki, Kejati Geledah Empat Dinas dan Kantor Pengawasan Minerba

“Untuk vaksin di tempat nanti kami koordinasikan dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) supaya bisa dilakukan. Vaksin booster kita memang masih diangka 20 persen,” terangnya.

Jika sebelumnya ada target dosis 2 harus digenjot agar mencapai target yang diinginkan. Maka saat ini vaksin booster yang diminta untuk ditekan agar bisa meningkat.

“Stok vaksin kita masih aman yakni jenis Pfizer, bahkan kita kelebihan vaksin kita salurkan ke provinsi yang membutuhkan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *