Tekan Lonjakan Kasus, Dinkes Kaltara Terapkan Lagi Penggunaan Masker

benuanta.co.id, BULUNGAN – Presiden Joko Widodo kembali menginstruksikan agar masyarakat memakai masker sebagai bentuk perlindungan dari sebaran Covid-19 yang saat ini kembali naik. Terutama untuk wilayah dengan tingkat penduduk yang padat.

Instruksi itupun berlaku untuk semua daerah, tak terkecuali Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Dengan adanya instruksi tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kaltara terus mengingatkan masyarakat untuk patuhi protokol kesehatan.

“Kami sebenarnya mengharapkan masyarakat itu tetap mengenakan masker, terkait dengan instruksi presiden akan kita tindaklanjuti,” ucap Kepala Dinkes Kaltara Usman kepada benuanta.co.id, Selasa (12/7/2022) kemarin.

Baca Juga :  Dishub: Kapal atau Speedbood Berlayar Tak Memiliki Izin Bukan Tanggung Jawab Pemerintah

Kata dia, pada jalur transportasi udara, setiap kali terbang maka para penumpang diwajibkan memperlihatkan kartu vaksin ketiga atau booster, maka untuk tes PCR atau rapid test antigen tidak wajib.

Namun ketika baru mendapatkan dosis kedua, maka diwajibkan menunjukkan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 1×24 jam atau hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3×24 jam sebelum keberangkatan.

Baca Juga :  Tingkatkan Kualitas Budidaya, DKP Kaltara Bangun Kebun Percontohan Bibit Rumput Laut

“Itu sudah SE terbarunya. Kalau baru dosis pertama wajib menunjukkan hasil negatif tes PCR yang berlaku selama 3×24 jam sebelum keberangkatan,” jelasnya.

Saat ini di Kaltara ada 2 zona yang tengah berjalan yakni zona hijau dan zona kuning.

“Untuk zona hijau itukan Nunukan, Malinau dan KTT sedangkan zona kuning itu Bulungan dan Tarakan,” sebutnya.

Baca Juga :  Masuki Usia 3 Tahun, Korem 092 Maharajalila Terus Berbenah Diri

Untuk mencapai zona aman atau hijau, pihaknya inginkan untuk semua wilayah meningkatkan testing-nya. Dinkes juga menargetkan 400 test dalam sehari.

“Kita minta agar meningkatkan lagi aktif test, misalnya ditempat bergejala. Laporan harian itukan hasil aktif test, di rumah sakit itu selalu menerapkan test aktif ini,” pungkasnya. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

one × 5 =