benuanta.co.id, TARAKAN – Konstalasi Pemilu 2024 semakin menggairahkan isu calon Presiden. Hal itu tak hanya berkutat di nasional, namun terlintas juga di ranah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Kaltara.
Ketua DPD PDI Perjuangan, Jhony Laing Impang mengungkapkan sedemikian rupa tentang partai wong cilik dalam menentukan calon Presiden pengganti Ir. Joko Widodo 2024 mendatang.
Jhony menuturkan pihaknya belum mengetahui arah capres PDIP antara Puan Maharani atau pun Ganjar Pranowo. Namun katanya, PDIP sebagai pemenang Pemilu dua periode menyerahkan proses dan mekanisme penentuan capres kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Meski partainya memenuhi syarat kursi untuk mencalonkan Presiden secara sendiri, namun PDIP akan serius mencari pemimpin bangsa ini yang bisa membawa Indonesia lebih baik.
“Tapi PDIP semua sudah diserahkan hak progatifnya di ketua umum untuk mengkaji, menilai, menganalisa yang lebih jauh. Apa yang beliau putuskan ya beliau bergerak. Sebagai petugas partai, menjalankan roda partai pasti kita lakukan. Kami dengan pak Ganjar Pranowo sempat satu ruangan cerita waktu di sekolah partai, intinya keluarga besar PDIP tidak bisa diobok-obok orang,” ucapnya pada Rabu (13/7/2022) lalu.
Jhony Laing meyakini Megawati Soekarnoputri dalam menetapkan calonnya bukan berdasarkan elektoral semata, melainkan juga dengan kenegarawanan yang mencerminkan Presiden pertama Ir. Soekarno.
Terlebih semuanya harus berjuang demi rakyat, untuk rakyat maupun bisa membawa Indonesia di dunia Internasional.
“Semua kewenangan itukan ada di ibu Ketua Umum. Dulu jangankan orang lain, yang didorong Ibu Mega malah Pak Jokowi yang dicalonkan. Apakah salah, tidak salah kan.
Dia (Megawati) tidak berpikir masalah elektoral doang, dia harus berpikir masalah kepentingan bangsa,” beber Jhony Laing.
Lebih dari sekadar urusan politik, PDIP menurut mantan legislator Malinau ini menekankan terdapat rasa kekeluargaan dalam partai. Sehingga kata dia, semua kader wajib tegak lurus terhadap partai.
“PDIP tegak lurus. Bukan berarti DPP seenaknya saja. Kalau ada masalah kader, dipecat, diganti gak ada itu. Itu prosesnya luar biasa. PDIP ini adalah suatu keluarga besar, semua harus dibahas secara kekeluargaan,” tutupnya.(*)
Reporter: Kristianto Triwibowo
Editor: Ramli







