Wabup Nunukan Panen Perdana Ikan Bandeng di Tambak Latih SMK Negeri 1 Nunukan

benuanta.co.id, NUNUKAN – Wakil Bupati Nunukan, H. Hanafiah meresmikan kolam ikan bandeng dan melaksanakan panen perdana di Tambak Latih SMKN 1 Nunukan, Desa Ujang Fatimah, Kecamatan Nunukan pada Sabtu, 25 Juni 2022.

H. Hanafiah mengatakan panen perdana yang dilakukan SMKN 1 Nunukan ini merupakan awal yang baik karena anak-anak didik ini berhasil membudidayakan ikan di kawasan air payau Desa Ujang Fatimah.

“Ini adalah terobosan yang baik, saya juga berharap kegiatan pertambakan ini bisa menjadi contoh masyarakat agar bisa belajar dalam membudidayakan ikan seperti di SMKN 1 Nunukan,” kata H. Hanafiah.

Baca Juga :  BP3MI Kaltara Terima Pemulangan Ratusan WNI dari Tawau Malaysia

H. Hanafiah Lanjut menjelaskan, masyarakat juga bisa saling tukar pendapat dengan pelajar di SMKN bagian perikanan, dalam mengembangkan tambak di kawasan Nunukan. Jadi tidak hanya SMKN 1 Nunukan saja dia juga berharap SMK lain di Kabupaten Nunukan bisa melakukan hal yang sama.

Ketua Program Studi Perikanan SMKN 1 Nunukan, Furqon mengatakan pihaknya menebarkan benih ikan sebanyak 20.000 ikan bandeng yang di florikultur, lalu benih udang sekitar 50.000 ditebarkan di tambak latih SMK Negeri 1 Nunukan dengan luasan 500 meter.

Baca Juga :  Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel Hadapi Bencana, BPBD Nunukan Cek Peralatan Rescue

“Sebenarnya ini lahan awal kami buka masih setengah hektare (Ha) jadi jika satu hektare ikan yang dibenih bisa mencapai dua kali lipat dari yang sekarang, namun pembudidaya florikultur antara ikan dan udang,” jelasnya.

Selain itu Furqon menjelaskan, finansial cukup terhambat, mengingat sekolah ini terbagi menjadi berbagai jurusan, sehingga anggaran yang digunakan juga terbagi.

Baca Juga :  Musrenbang se-Pulau Nunukan Fokus Pemerataan Infrastruktur dan Penguatan Ekonomi Inklusif

“Apalagi perikanan sumber anggaran paling besar, karena pembuatan tambak saja sudah menghabiskan dana kurang lebih Rp 37 hingga 40 juta, sedangkan pembelian bibit hanya menghabiskan Rp 3 juta. yang mahal itu adalah biaya pakan ikan,” terangnya.

“Jika diasumsikan, yang dijual itu harus di atas 2 atau 3 ton ikan agar bisa kembali modal. Ke depannya juga kita akan menyasar ke pasar-pasar tradisional yang ada di Nunukan,” tambahnya. (*)

Reporter: Darmawan
Editor: Matthew Gregori Nusa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *