benuanta.co.id, NUNUKAN– Basri (55), warga Desa Tepian, Kecamatan Sembakung yang merupakan keluarga dari Johan nelayan yang diterkam buaya di muara sungai Sembiling menceritakan kronologi korban sebelum dinyatakan hilang.
Basri menceritakan, saat kejadian tersebut Johan bersama dengan ponakannya yang berusia 7 tahun pergi melihat bubu tangkapan udang yang dipasang di sungai Sembiling. Setelah pulang melihat bubu, mereka mampir di atas muara sungai Sembiling karena ada orang panen hasil tambak.
“Johan menjala ikan di muara tambak itu. Setelah beberapa kali menjala ikan, Johan kembali melemparkan jalanya tiba-tiba buaya muncul langsung menerkam kaki dan jalanya dan langsung ditarik buaya ke dalam sungai tersebut,” ujar Basri kepada benuanta.co.id, Sabtu (25/6/2022)
Saat ponakannya melihat pamannya sudah tidak ada, anak ini teriak meminta tolong kepada orang yang ada disekitar tambak.
“Orang di tambak keluar melihat anak ini minta tolong. Kata anak ini tolong antar saya ke desa tepian julak saya digigit biawak besar,” katanya.
Karena anak ini masih kecil, baru umur 7 tahun tidak tau buaya itu seperti apa bentuknya jadi yang disebutkannya digigit biawak besar.
Ditambahkan Basri, setelah ponakan Johan sampai di kampung mereka langsung melakukan pencarian dengan warga setempat.
“Setelah kejadian kami lakukan pencarian dengan warga setempat dan BPBD Kecamatan sampai jam 4 subuh dini hari,” ungkapnya.
Basri mengungkapkan sampai saat ini masih terus dilakukan pencarian dengan menyusuri sungai Sembiling dari hulu hingga ke hilir sungai bersama dengan warga dari Desa Tepian, Desa Atap, Desa Tanah Merah.
“Kita masih terus lakukan pencarian, saat ini tim Basarnas Nunukan juga sudah hadir ikut melakukan pencarian, kami berharap semoga Johan segera ditemukan,” jelasnya.(*)
Reporter : Novita A.K
Editor : Ramli







