benuanta.co.id, NUNUKAN – Pelaksanaan kegiatan Operasi Patuh Kayan tahun 2022 mulai dilaksanakan Senin, 13 Juni 2022. Titik pelaksanaan di Alun-alun kota Nunukan.
Kasatlantas Polres Nunukan, AKP Arofiek Aprilian mengungkapkan, hari pertama operasi patuh kayan dilakukan untuk melakukan syok terapi berupa teguran terlebih dahulu sekaligus sosialisasi kepada masyarakat bahwa ada operasi patuh selama 13 hari.
“Personel Polres Nunukan yang diturunkan total ada 30 personel, untuk personel satuan lalulintas kita maksimalkan seluruh personel kita libatkan yang berjumlah 32 orang,” ujar Arofiek kepada benuanta.co.id.
Diungkapkannya, dalam pelaksanannya ketika pengendara tidak memiliki SIM maka STNK nya akan amankan dulu, jika yang bersangkutan sudah memiliki SIM maka STNK nya akan dikembalikan. Jika yang pengendara mati pajak kendaraan nya, maka SIM nya akan diamankan dan diarahkan ke Samsat untuk membayar pajaknya.
“Nantinya jika sudah membayar pajak maka SIM nya kita kembalikan, untuk pengendara tidak memiliki SIM dan STNK motor maka kendaraannya yang akan kita amankan,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaan operasi patuh Kayan, Satlantas Polres Nunukan melakukan beberapa operasi yakni operasi stasioner yang mana melakukan pemeriksaan pada kelengkapan surat pengendara dan kelengkapan kendaraan.
Selain itu, patroli hunting dilaksanakan di daerah rawan laka lantas khususnya daerah di Nunukan yang minim penerangan dan rawan kecelakaan seperti di jalan Lingkar dan jalan Bhayangkara.
“Kita akan adakan patroli malam hari untuk antisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, ada malam dimana kita akan lakukan pemeriksaan yang fokusnya apa bila pengendara membawa benda-benda lain seperti sajam dan narkoba,” katanya.
Arofiek menghimbau kepada masyarakat Nunukan dari tanggal 13-26 Juni satlantas akan melaksanakan operasi patuh Kayan 2022.
“Kepada masyarakat Nunukan dihimbau untuk menaati rambu lalulintas, lengkapi surat-surat kendaraan dan selalu tertib dalam berkendara, hargai pengendara lain maupun pejalan kaki.” imbuhnya.
Sementara itu, Asri (24) pengendara yang sempat terjaring razia di Alun-alun kota Nunukan mengatakan hanya dilakukan pemeriksaan surat STNK dan SIM.
“Tadi diperiksa STNK dan SIM untungnya pajak dan SIM saya masih hidup jadi tak dirazia, cuman tadi sempat ditegur disuruh pasang kaca spion karena kaca spion saya cuman 1,” ujar Asri kepada benuanta.co.id.(*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Ramli







