benuanta.co.id, BULUNGAN – Cegah paham radikalisme menyebar di lingkungan masyarakat, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bulungan mengundang seluruh penyuluh agama Islam dari 10 kecamatan di Kabupaten Bulungan, dalam rangka pengarusutamaan moderasi dan wawasan kebangsaan.
“Penyuluh agama ini merupakan agen perubahan moderasi yang harus mampu mengedukasi masyarakat setiap wilayah kecamatan tentang ajaran agama yang moderat,” ucap Kepala Kantor Kemenag Bulungan, Saimin kepada benuanta.co.id, Rabu 8 Juni 2022.
Kata dia, wasathiyah adalah keseimbangan antara keyakinan yang kokoh dengan toleransi, para penyuluh agama ini harus mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat. Saat menjalankan ajaran agama Islam itu tidak harus berlebihan.
“Kita itu wasathiyah, kita itu di tengah-tengah. Tidak ekstrim kiri dan ekstrim kanan. Tidak perlu berlebihan dalam menjalankan agama,” tuturnya.
Ia berharap para penyuluh agama di setiap kecamatan dapat mengedukasi warganya. Pemahaman ajaran agama tidak perlu over kapasitas tetapi perlu dipahami oleh para penyuluh agama di lingkungannya dijalankan sesuai kemampuan.
“Jadi qunut atau tidak semuanya diterima oleh Allah, yang tidak itu ketika orang ini tidak salat,” ujarnya.
Dia melihat nilai toleransi dan keberagaman di Bulungan sudah sangat bagus. Terbukti, Kemenag Bulungan di tahun 2021 secara nasional pernah menerima Harmoni Award bahkan menduduki tingkat pertama sebagai daerah toleransi beragama.
“Tahun ini Bulungan masuk 10 besar, jadi ini luar biasa dan kita diberikan penghargaan oleh kementerian Agama,” paparnya.
Tugas yang saat ini harus dilakukan adalah mempertahankan apa yang sudah diperoleh. Kata dia, ini lebih berat dibandingkan memperoleh yang baru. Oleh karena itu, langkah dan pola sosialisasi diharapkan dapat merawat nilai persatuan dan menjaga agar toleransi beragama tetap dijunjung tinggi di Kabupaten Bulungan.
“Untuk mempertahankan Harmoni Award saat ini lebih susah dibandingkan membangun,” pungkasnya. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: Ramli







