benuanta.co.id, TARAKAN – Kepolisian masih terus melakukan penyelidikan terhadap kematian MR yang ditemukan dalam kondisi tergeletak di lantai dengan tali menjerat leheranya pada Senin, 16 Mei 2022. MR ditemukan sekitar pukul 06.00 Wita di kediamannya Jalan Binalatung, RT. 14 Kelurahan Pantai Amal.
Kapolres Tarakan AKBP Taufik Nurmandia melalui Kapolsek Tarakan Timur IPTU Gian Evla Tama menerangkan hingga saat ini pihaknya telah memeriksa 5 orang saksi.
“Pacar korban, kemudian mantan pacar korban maupun pihak keluarga, adik dan orangtua korban,” katanya, Rabu (18/5/2022).
Berita Terkait : Terbujur Kaku di Lantai, Tali Ayunan Mengikat di Leher MR
Meski kematiannya dinilai janggal, namun hasil visum tidak ada ditemukan luka lain yang berkaitan dengan tindak pidana lain. Ia menyebut terdapat luka lecet di bagian bawah leher korban yang diperkirakan tidak berkaitan dengan kasus ini.
“Tidak ada luka benda tumpul atau benda tajam, hanya luka bekas tali di leher. Kami mencari informasi dulu keseharian korban apakah tidak terjadi apa-apa, atau ada kejadian janggal,” urainya.
Sejauh ini, kata Gian, keterangan saksi belum ada yang mengarah terhadap kejadian yang janggal. Saksi yang ada ini juga sudah datang setelah kejadian.
“Kita masih memperkuat keterangan saksi, kalau ada petunjuk lanjutan dan bukti baru. Misalnya ada unsur kesengajaan yang mengarah ke pembunuhan, maka penyidikan akan dilanjutkan ke penyidikan. Tapi kalau tidak ada, ya kita akan menyampaikan kepada pihak keluarga tentang fakta yang ditemukan,” papar perwira balok dua tersebut.
“Anak korban yang masih berusia 4 tahun juga sedang dicoba untuk diajak komunikasi, kemungkinan bisa menceritakan kejadian yang diketahuinya,” tambahnya.
Gian menerangkan kondisi anak korban sejauh ini terus menangis lantaran kehilangan ibunya yang sudah dikebumikan pada Senin 16 Mei 2022 sore.
“Apakah ada hal logis yang bisa menerangkan hingga korban tergeletak dibawah, atau memang ada kejadian lain yang kami belum ketahui. Anak korban kami ajak ngobrol sambil bermain,” sebutnya.
Korban diketahui tinggal hanya berdua dengan anaknya di pondok rumput laut dan bekerja bentang rumput laut. Kegiatan menjemur biasanya dilakukan di belakang rumah sehingga pintu belakang selalu terbuka.
“Memang pintu belakang selalu terbuka karena orang bolak balik lewat situ. Tapi kalau pintu depan tertutup, terikat dari dalam,” pungkasnya. (*)
Reporter : Endah Agustina
Editor : Yogi Wibawa







