TANJUNG REDEB – Dinas Kesehatan Kabupaten Berau menggelar pelatihan Enumerator dan Supervisor Study Penilaian Risiko Kesehatan Lingkungan atau dikenal dengan Environmental Health Risk Assessment (EHRA) di Ruang Pertemuan Bapelitbang RKPJPD.
Pelatihan ini dibuka langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Berau, Muhammad Hendratno,M.H,AP mewakili Bupati Berau, Hj. Sri Juniarsih Mas, di ruang Pertemuan Bapelitbang RKPJPD Selasa (17/5/2022).
Study EHRA adalah sebuah survey partisipatif di kabupaten/kota untuk memahami kondisi fasilitas sanitasi dan higinitas serta perilaku-perilaku masyarakat pada skala rumah tangga. Study EHRA penting dilakukan karena pembangunan sanitasi membutuhkan pemahaman kondisi wilayah yang akurat.
Selama ini ketersediaan data sanitasi dan higinitas sangat terbatas, tidak terpusat dan tersebar diberbagai kantor, sehingga diharapkan Study EHRA ini akan menghasilkan data yang representatif, sehingga dapat dijadikan pedoman untuk perencanaan sanitasi mulai dari tingkat kampung/kelurahan, kecamatan sampai ke tingkat Kabupaten.
Dalam laporannya, Kepala Dinkes Kabupaten Berau, Drs. H. Iswahyudi, Apt, M.Kes menyampaikan mendasari terselenggaranya kegiatan ini yaitu studi Environmental Health Risk Assessment (EHRA) merupakan salah satu dari beberapa studi primer yang harus dilakukan oleh kelompok kerja (pokja) Sanitasi Kabupaten/Kota untuk menyusun starategi berdasarkan pendekatan program percepatan pembangunan sanitasi pemukiman.
Pelatihan yang dilaksanakan dua hari tersebut, diikuti sebanyak 131 peserta. Terdiri dari anggota sigap berjumlah 95 orang, 15 kader dan 21 orang supervisor. Nantinaya para peserta akan diarahkan agar dapat mencapai tujuan metode yang digunakan, yaitu melalui presentasi, pembahasan, diskusi dan praktek/simulasi oleh narasumber dari Dinkes Provinsi Kalimantan Timur, Tenaga IT Dinkes Kota Samarinda dan Konsultan Pendamping SSK dari BPPW Kalitim.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Berau, Muhammad Hendratno,M.H,AP mengucapkan terima kasih kepada Pokja AMPI dan Dinkes Kabupaten Berau yang telah melaksanakan prasarana publik yang bekualitas, adil, dan berwawasan lingkungan.
Lanjut ia menambahkan, Bupati Berau berharap melalui kegiatan yang dilaksanakan ini dapat meningkatkan kapabilitas sumber daya penyelenggara. Khususnya Dinkes Kabupaten Berau, Pokja AMPI, Sanitarian, Tim Studi EHRA perangkat pemerintah kelurahan dan kampung, tenaga kesehatan, kader kesehatan, kader PKK serta petugas kesehatan lingkungan Puskesmas. (hms)







