Kolaborasi Pembangunan Kaltara-Kaltim, Infrastruktur Jalan Jadi Prioritas 

benuanta.co.id, TARAKAN – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Dr. H Rudy Mas’ud, menekankan pentingnya peningkatan konektivitas darat antara Kaltim dan Kalimantan Utara (Kaltara) sebagai langkah strategis memperkuat kedaulatan negara, memajukan ekonomi, dan mempercepat distribusi logistik di kawasan perbatasan.

Ia menjelaskan, Kaltim berbatasan langsung dengan empat provinsi dan dua negara tetangga, Malaysia serta Brunei Darussalam. Kondisi ini membuat penguatan infrastruktur transportasi darat menjadi prioritas, terutama di jalur yang menghubungkan Apau Kayan (Kaltara) dengan Long Bangun (Kaltim).

“Dulu jarak tempuhnya bisa memakan waktu hingga seminggu. Sekarang hanya butuh sekitar dua jam,” ujarnya.

Baca Juga :  Tiket Speedboat Tanjung Selor–Tarakan Kini Bisa Dibeli Online

Perubahan ini, menurutnya, membawa kebahagiaan tersendiri bagi masyarakat di perbatasan yang kini bisa terhubung lebih cepat dan efisien.

Tahun ini, Pemprov Kaltim akan membangun jalur dari Bongan menuju Sotek, yang akan langsung menghubungkan wilayah tersebut dengan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Jarak yang sebelumnya mencapai 350 kilometer dari Kutai Barat ke Samarinda, nantinya dapat dipangkas menjadi hanya sekitar 103 kilometer. Dengan akses ini, perjalanan dari Makulu ke IKN diperkirakan tak lebih dari empat jam.

Baca Juga :  Gubernur Kaltara Tekankan Pokir DPRD harus Selaras RKPD dan Bebas Risiko Hukum

Peningkatan konektivitas ini juga akan mempermudah akses dari Kalimantan Tengah melalui Kabupaten Murung Raya menuju Kutai Barat.

Bahkan, hubungan udara dengan Brunei Darussalam sudah berjalan lancar melalui penerbangan langsung Brunei–Balikpapan dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 20 menit.

Dirinya menilai, jalur darat yang lebih baik akan membuka peluang integrasi transportasi antara Kalimantan dan negara tetangga. Selain untuk mobilitas masyarakat, hal ini juga akan menunjang pengiriman logistik dan barang kebutuhan pokok hingga ke wilayah terluar.

Namun, ia mengakui masih banyak tantangan di lapangan. Sejumlah titik blank spot komunikasi serta ruas jalan yang rusak berat, bahkan sebagian masih berupa jalan tanah menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan meski Indonesia telah merdeka selama hampir 80 tahun.

Baca Juga :  Gentengnisasi Dinilai Tak Bisa Disamaratakan di Kaltara

Gubernur Rudy berharap kerja sama dengan Pemprov Kaltara dapat diperkuat sehingga pemerintah pusat memberi perhatian lebih pada pembangunan infrastruktur di Kalimantan.

“Ini bukan hanya soal konektivitas, tapi juga menjaga kedaulatan dan mempercepat pemerataan pembangunan,” tutupnya. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Endah Agustina 

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *