benuanta.co.id, TARAKAN – Ditreskrimsus Polda Kalimantan Utara atau Tim Khusus Gabungan, meyakini terdapat upaya penghilangan bukti guna menghambat penyelidikan perkara. Upaya tersebut diduga polisi dari pihak Briptu H.
Sederet barang bukti (BB) telah berhasil diamankan polisi sejak 4 Mei 2022 lalu, di saat penangkapan H di Bandara Juwata Tarakan hingga di kediaman.
“BB itu bermacam-macam, masing-masing kita rincikan. Terdapat buku rekening, bangunan rumah, mobil mewah, jam tangan, perhiasan dan lainnya namun penyitaannya secara rinci sehingga berjumlah sekitar 130 lebih,” ujar Kapolda Kaltara, Irjen Pol Daniel Adityajaya melalui Direskrimsus Polda Kaltara, AKBP Hendi F Kurniawan, Jumat (6/5/2022).
Kemudian mengenai kepemilikan senjata api, timsus menyatakan tidak menemukan senpi itu. “Tetapi kotak senjata ada 2, satunya organik kepemilikan Polri dan satunya masih ditelusuri asalnya,” tambahnya.
Pihaknya hingga kini masih berupaya untuk menyelamatkan barang bukti, lantaran AKBP Hendi F Kurniawan meyakini ada beberapa pekerja H yang berusaha menghilangkan barang bukti.
Hal itu seperti speedboat milk H yang telah diamankan polisi di Pulau Liago yang menurutnya sengaja disembunyikan.
“Kita fokus dulu untuk mengamankan barang bukti guna memudahkan kita dalam pembuktian tindak pidana nantinya,” ucapnya.
Begitu pula upaya menelusuri berbagai aset dan mengamankannya sebagai barang bukti, Ditreskrimsus Polda Kaltara memastikan akan melibatkan KPK RI.
Timsus ini memerlukan campur tangan tim penelusuran aset dari KPK RI, untuk membantu keterbatasan selama penyelidikan dan penyidikan.
Mengenai bahan sianida milik Briptu H, telah dilakukan pemeriksaan pada Gudang Sianida di Mamburungan. Namun hasilnya tidak ditemukan sianida secara fisik.
Operasi tersebut juga menemukan alat bukti petunjuk berupa dokumentasi, yang mampu membuktikan adanya tumpukan sianida di gudang tersebut. Dijelaskan Hendi, terdapat foto dan video untuk meyakinkan di gudang itu terdapat sianida.
“Ada kemungkinan besar dibawa lari oleh speedboat, karena memang dari penyelidikan ada upaya nyata untuk menggagalkan penyelidikan,” bebernya kepada benuanta.co.id.
Menyoal speedboat milik oknum polisi yang menjadi tersangka ini, timsus kerap menerima informasi dari masyarakat.
Informasi yang diterimanya, sebanyak 20 unit speedboat milik H akan terus didalami. Perkembangan BB speedboat pada hari ini Sabtu (7/5/2022), benuanta.co.id beroleh informasi dari Kabid Humas Polda Kaltara Kombes Pol Budi Rachmat, bahwa jumlah speedboat milik H yang diamankan polisi saat ini berjumlah 9 unit.
“Telah kita amankan beberapa speedboat di wilayah sungai dan dalam keadaan kunci dicabut lalu baling-baling belakang dilepas. Berarti ada upaya-upaya nyata untuk menghilangkan bukti dan menghambat penyelidikan,” tuturnya.
Selain itu, yang cukup tersohor yakni bangunan milik H yang akan diperuntukkan bagi oknum pejabat tertentu. AKBP Hendi F Kurniawan memastikan bakal ada perkara dan pasal korupsi baru apabila oknum pejabat tersebut terbukti serta berkaitan dengan jabatan maupun kewenangannya.
“Bangunan dekat rumah H, masih gunakan kode juga. Transaksinya melalui handphone tertentu dengan kode tertentu, artinya kita akan lakukan pendalaman siapa pejabat tersebut, kalau memang itu sesuai kita akan panggil dulu apa kaitannya dan sebagainya,” beber perwira polisi berpangkat bunga dua itu. (*/s/t)







