Jadi Sentral Transportasi Kaltara, KTT Dipadati Arus Balik Pemudik

benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Jadi pusat sentral transportasi laut Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), membuat Kabupaten Tana Tidung (KTT), selama masa liburan Idul Fitri 1443 H dipadati oleh pemudik dari berbagai daerah.

Dari pantauan benuanta.co.id, ratusan pemudik dari berbagai daerah terlihat tidak hanya memadati pelabuhan kapal feri Sembawang, tapi juga Pelabuhan speedboat Tideng Pale dan Termimal Damri Tideng Pale.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) KTT, Herson mengatakan kepadatan arus balik pemudik ini, mulai terjadi sejak H+1 lebaran.

“Tidak hanya pemudik asal KTT saja, Dari Malinau, Bulungan, Berau bahkan sampai Banjarmasin semuanya singgah di KTT, karena sangat mengandalkan kapal Feri yang saat ini ada di KTT,” kata Herson.

Situasi ini sebenarnya sudah diantisipasi oleh pihak Dishub KTT, mengingat saat arus mudik sebelum lebaran kemarin, situasi serupa juga terjadi disejumlah Pelabuhan di KTT.

“Saat arus mudik juga ramai seperti ini jadi untuk mencegah kepadatan arus balik mudik, saya meminta kepada setiap anggota Dishub agar tetap dapat bekerja meski masih libur dan ternyata benar, arus balik mudik ini memang lebih ramai dari arus mudik kemarin,” ujarnya.

Bahkan Herson membeberkan jadwal keberangkatan kapal feri yang sudah diubah menjadi setiap hari keberangkatan, juga tidak dapat mengatasi arus balik mudik yang membludak ini.

“Sebelumnya kapal feri hanya berangkat tiga atau empat kali dalam sepekan, ini sudah kita rubah menjadi setiap hari keberangkatan. Tapi selalu ada saja penumpang yang tertinggal karena ferry sudah over kapasitas,” bebernya lagi.

“Tidak hanya kapal feri saja, speedboat dan bus Damri juga mengalami hal yang sama dan hal ini terjadi karena KTT saat ini memang merupakan sentral transportasi, karena letaknya yang dikelilingi oleh beberapa Daerah yang ada di Kaltara,” pungkasnya.

Disisi lain Sandy yang merupakan pemudik asal Berau mengaku harus mengantri sehari untuk mendapatkan tiket kapal feri.

“Waktu berangkat mau ke Tarakan juga harus mengantri dan begitu mau balik ke Berau juga ngantri lagi, sangking banyaknya penumpang,” tutupnya.(*)

Reporter: Osarade

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *