Air Sungai di Peso Sempat Setinggi 6,5 Meter, Kini Kembali Normal

benuanta.co.id, BULUNGAN – Beberapa titik wilayah di Tanjung Selor kembali digenangi air. Masih sama dengan banjir yang kemarin 3 Mei 2022, pada hari ini banjir kembali naik dengan ukuran melebihi lutut orang dewasa.

Pantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bulungan, air Sungai Kayan kembali mengalami peningkatan volume karena kiriman dari hulu, Kecamatan Peso.

“Informasi hari ini meteran yang kita pasang di Pelabuhan VIP Kayan I, airnya masih di bawah normal yakni 2,8 meter,” ucap Plt Kepala Pelaksana BPBD Bulungan Darmawan kepada benuanta.co.id, Rabu 4 Mei 2022.

Baca Juga :  Luminor Hotel Tanjung Selor Hadirkan Sky Nusantaran Iftar Bernuansa Arabian Selama Ramadan 2026

Kata dia, kondisi saat ini debit air di Desa Long Bia yang terdapat meteran air berada di angka 4 meter. Sehingga masyarakat diminta tidak panik, berbeda pada hari Selasa 3 Mei 2022 air sempat di angka 6,5 meter. Hingga membuat beberapa wilayah rendah di Tanjung Selor dan Tanjung Palas mengalami banjir.

“Di Peso sudah di angka 4 meter, kalau kemarin itu diangka 6,5 meter. Tadi kalau sudah diangka 8 meter, maka kita di hilir ini harus bersiap-siap,” sebutnya.

Baca Juga :  Api Muncul dari Belakang Rumah, Polisi Olah TKP Hari Ini

Darmawan menjelaskan saat ini status yang diterapkan masih siaga 1, kalaupun sudah ada kiriman dari Sungai Bahau meluap dan mengalir ke Peso itu berada di angka 8 meter. Maka 12 jam kemudian di Tanjung Selor harus waspada.

“Kalau banjir hari ini itu sisa kiriman kemarin terutama di wilayah dataran rendah. Kemudian secara umum kita masih statusnya siaga 1,” tuturnya.

“Wilayah rendah kita itu di Tanjung Rumbia, Buluh Perindu, Semangka, Sabanar Lama dan sebagian di Tanjung Palas Hilir,” sambungnya.

Baca Juga :  BPN Bulungan Targetkan Sertifikasi 1.800 Bidang Tanah Tahun Ini

Kemudian yang perlu diwaspadai lagi, kata dia, saat adanya informasi dari camat di 3 kecamatan yakni Peso, Peso Hilir dan Tanjung Palas Barat. Maka di Tanjung Selor dan Tanjung Palas harus waspada.

“Tapi dari para camat belum ada laporan ke BPBD atau pak Bupati. Kalau ada biasanya kami langsung rapat untuk mengeluarkan status darurat,” pungkasnya. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *