Harga Daging Sapi Mulai Naik, Warga Nunukan Cari Alternatif dari Malaysia

benuanta.co.id, NUNUKAN – Hari raya Idul Fitri identik dengan makanan atau hidangan berbahan dasar daging sapi. Dari pantauan benuanta.co.id, pada Sabtu (30/4/2022) harga daging sapi di pasar pagi Nunukan mulai merangkak naik.

Jumriah, penjual daging sapi lokal mengatakan sudah menjual daging sapi sekitar 20 tahun. Daging sapi yang dijual didatangkan langsung dari Sinjai Selatan, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan dengan harga Rp 25 juta/ekor kurang lebih sekitar 150 kg daging sapi.

“Tahun ini naik Rp 10 ribu karena dari sananya harga naik jadi kita naikkan juga kalau tidak dinaikkan rugi kita. Tahun lalu kita jualkan Rp 140 ribu per kilo sekarang Rp 150 ribu per kilo.” ungkapnya pada Sabtu (30/4/2022).

Baca Juga :  Polemik Larangan Bongkar Muat di Sebatik, DPRD Ingatkan Evaluasi Komprehensif dan Aspek Keselamatan

“Kalau hari raya tahun lalu kita menjual sekitar 10 ekor sapi. Sedangkan untuk hari raya tahun ini ada 12 ekor sapi yang kita sediakan untuk dijual. Ini hari yang ke-3 kita jualan daging sapi. Hari ini paling rame pembeli sudah sekitar 3 ekor daging sapi yang sudah terjual.” Jelasnya.

Amir yang juga seorang penjual daging sapi di pasar pagi mengatakan baru tahun ini berjualan, untuk harga daging sapi yakni Rp 150 ribu/kilogram (kg) serupa dengan penjual daging sapi lainnya.

Baca Juga :  Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Lakukan Extra Dropping dan Gelar Operasi Pasar Sambut Ramadan dan Nyepi

Meski harga daging sapi naik tidak mengurangi niat masyarakat untuk membeli daging sapi untuk hari raya salah satunya Rina, ia mengatakan membeli daging sapi sebanyak 2 kg untuk di masak rendang di hari lebaran nanti.

“Saya beli 3 kg buat lebaran nanti, kita beli memang hari ini karena kalau besok pasti ramai” ujarnya.

Terpisah, Jupri yang terlihat memborong kepala dan daging sapi mengatakan naiknya harga daging sapi berdampak pada usaha warung coto milik Jupri, karena harga daging sapi lokal naik, terpaksa ia menggunakan daging sapi dari Malaysia.

Baca Juga :  Perkuat Penegakan Perda, Satpol PP Nunukan Gelar Rakor Gambaran Umum Pelaksanaan Tugas

“Mudah-mudahan harga daging sapi lokal kembali normal, kita yang penjual coto tidak banyak untung selama harga daging sapi lokal naik. Dulu biasanya Rp 120 ribu/kg sekarang sudah Rp 150 ribu/kg jadi kita lebih memilih beli daging sapi dari Malaysia harganya lebih murah Rp 80 ribu/kg.” tutupnya. (*)

Reporter: Novita A.K
Editor: Matthew Gregori Nusa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *