benuanta.co.id, TARAKAN – Seorang pria berinisial MU (62) ditemukan tergantung pada sebuah pohon di Jalan P Aji Iskandar RT. 16 Kelurahan Juata Laut. Pada informasi sebelumnya, MU telah dievakuasi ke RSUD Jusuf SK untuk mendapatkan visum.
Kapolres Tarakan, AKBP Taufik Nurmandia melalui Kapolsek Tarakan Utara, AKP Kistaya menerangkan bahwa hasil visum menyatakan bahwa MU murni gantung diri.
“Kan tanda-tanda orang gantung diri itu kita lihat dari talinya kemudian tidak ada juga bukti kekerasan lainnya, sudah ada indikasinya (gantung diri),” tuturnya, Jumat (29/4/2022).
Berdasarkan hasil penyelidikan yang polisi lakukan, MU sudah dua bulan menginjakan kaki di Kota Tarakan dan tinggal di tempat pekerja besi tua area Juata Laut.

Ia datang merantau kesini bersama satu orang temannya, namun temannya sudah lebih dulu pulang ke kota asal yaitu Surabaya
“Mungkin karena mau sama-sama (pulang) tapi belum ada uang mau beli tiket. Temannya itu sama satu suku sama dia, jadi awalnya mereka mikir daripada menginap di hotel yang makan banyak biaya jadi nginap di tempat kerja besi tua,” beber Kistaya.
Ia melanjutkan, awalnya sebelum salat subuh, MU sempat meminta izin kepada pemilik rumah untuk pergi salat ke masjid. Namun, sekira pukul 07.00 pagi pemilik rumah dikagetkan dengan laporan warga ada yang gantung diri.
“Tadi pas salat juga satu shaf dengan anak buah saya di masjid, sempat salam-salaman juga terus jam 7 ada informasi gantung diri. Yang jelas tanda-tanda mencurigakan tidak ada hanya saja mungkin kecewa karena temannya pulang, karena keluarganya semua di Madura,” papar perwira balok tiga tersebut.
Saat ditemukan tidak bernyawa, MU pun masih mengenakan pakaian salat lengkap dengan peci dikepalanya.
“Masih koordinasi, dipulangkan siang ini atau besok yang jelas akan dipulangkan ke keluarganya,” tukasnya.
Sementara itu, salah seorang warga yang juga masih ada hubungan darah dengan MU mengaku sempat didapati bukti chat yang meminta MU untuk pulang ke Surabaya.
“Ada chatnya tadi hpnya di periksa polisi, disuruh pulang (ke Jawa) tapi kan harga tiket mahal itu Rp 9 juta,” ungkap Hasib.
MU diketahui bekerja pada salah satu tempat besi tua di Jalan P Aji Iskandar RT. 16 Kelurahan Juata Laut. Ia sudah bekerja sejak sebulan lalu.
“Mungkin frustasi karena mau pulang tapi tidak bisa beli tiket. Gak ada cekcok kata polisi murni bunuh diri, mau dipulangkan ke Surabaya ke Sampang hari ini sama keluarganya,” pungkasnya. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Ramli







