Harga LPG Naik, Warga Sulit Dapatkan Gas Subsidi Murah

benuanta.co.id, TARAKAN – Sejak Februari 2022 lalu, gas elpiji atau LPG telah naik harga. LPG yang mengalami kenaikan harga ini yakni ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram.

Sales Branch Manager Rayon V Kaltimut PT Pertamina, Azri Ramadan Tambunan, menuturkan kenaikan harga tabung gas elpiji non subsidi karena melambungnya harga minyak dunia.

“Sudah berlaku ini dari Februari lalu ya salah satunya minyak dunia naik akibat terjadinya perang antara Rusia dan Ukraina itu,” tuturnya, Selasa (26/4/2022).

Kenaikan harga tabung gas ini berkisar Rp 1.600 hingga Rp 2.600 per kilogram. Namun, ia menyebutuntuk pemakaian NPSO ini hanya sekitar 7 persen secara nasional.

“Rusia ini yang menyuplai minyak atau BBM ke 50 persen negara di Eropa, jadi pengatur minyak. Harga saat ini NPSO 12 Kg di Tarakan Rp 230 ribu per tabung dan 5,5 Kg harganya Rp110 ribu per tabung,” jelasnya.

Baca Juga :  Harga Telur di Pasar Gusher Tarakan Naik Bertahap Jelang Imlek dan Ramadan

Melambungnya harga LPG ini berimbas kepada beralihnya masyarakat untuk menggunakan LPG berukuran 3 kilogram. Alhasil, banyak pengecer atau pangkalan yang nakal dan menjadikannya kesempatan untuk mengambil keuntungan.

Menanggapi itu Kepala Bidang Pengembangan dan Perdagangan DKUMP Kota Tarakan, Hari Wijaya Putra, menerangkan persoalan tersebut juga yang membuat masyakarat beralih menggunakan tabung gas 3 kilogram atau gas melon.

“Kalau menurut saya kelangkaan itu tidak ada pengisiannya juga sudah di Juata Permai, mungkin stok bahan baku yg mungkin disupplay dari Balikpapan ke sini belum sampai, dan karena kenaikan harga 5 kilo itu buat orang beralih ke yang 3 kilo,” ungkap Hari.

Baca Juga :  Perdana, 30 Wisudawan di Tarakan Menyandang Gelar Sarjana Lansia

Baru-baru ini pihaknya juga menerima laporan terdapat pangkalan yang sengaja menaikan harga LPG 3 kilo untuk meraup keuntungan. Pihaknya tengah berupaya untuk melakukan peneguran terhadap pangkalan tersebut.

“Kami himbau ke pangkalan untuk tidak menjual harga di atas HET, saat ini harga di wilayah darat Rp 16 ribu pesisir Rp 18 ribu. Tolong sebisa mungkin tidak menjual LPG 3 kilogram di atas HET,” ucapnya.

Berdasarkan data yang diperoleh benuanta.co.id, saat ini terdapat sekitar 196 pangkalan LPG yang tersebar di seluruh titik Kota Tarakan. Pihaknya juga akan memberikan sanksi khusus terhadap pangkalan yang masih nakal menjual LPG subsidi di atas HET.

Baca Juga :  Tokoh Agama dan Ormas Deklarasikan Kamtibmas Selama Ramadan di Tarakan

Terpisah, Rika salah satu ibu rumah tangga yang tinggal di Juata Laut sangat merasakan kenakalan pangkalan yang menjual harga LPG 3 kilogram hingga Rp 50 ribu.

“Ya kalau kita kenal sama orangnya paling bisa turun jadi Rp 40 ribu, ini sudah biasa di sana harga segitu, lagian gas alam juga belum bisa dipasangkan di daerah Juata,” keluhnya.

Kendati demikian, Rika mengakui tetap membeli gas melon dengan merogoh kocek lebih banyak untuk bisa tetap memasak.

“Kalau orang ngantri (belinya) ya tidak segitu harganya, saya juga nggak lapor RT atau siapa karena kan ya saya orang baru (tinggal) di situ,” pungkasnya. (*)

Reporter : Endah Agustina

Editor : Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *