benuanta.co.id, BULUNGAN – Dampak pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kecamatan Peso, ada beberapa desa yang akan ditenggelamkan. Pasalnya posisinya tepat berada pada lokasi pembangunan. Namun langkah yang diambil pemerintah bersama pengelola yakni merelokasi masyarakat desa terdampak ke tempat baru.
Sekretaris Bappeda Litbang Bulungan Kristiyanto mengatakan, desa terdampak di antaranya Desa Long Lejuh dan Long Buang di Kecamatan Peso. Saat ini prosesnya tengah melakukan pengubahan lahan dengan jaminan rencana tata ruang wilayah (RTRW) dari kawasan hutan menjadi areal penggunaan lain (APL).
“Sehingga masyarakat nantinya secara sah dapat membangun, nah hari ini secara RTRW sudah ditetapkan tetapi masih dalam kawasan sehingga belum bisa pembangunan apapun,” ujarnya kepada benuanta.co.id, Kamis 14 April 2022.
Dirinya berharap tahun ini sudah keluar surat keputusan (SK) perubahannya, setelah didapatkan maka pihaknya akan melihat dulu siapa investor yang akan mengelola PLTA Sungai Kayan. Pasalnya sebelumnya dilaksanakan oleh PT Kayan Hydro Energi (KHE) namun izin lokasinya telah berakhir beberapa bulan lalu.
“Setelah tahu investornya apakah itu KHE atau bukan, maka akan ada komitmen dengan Pemda. Perusahaan ini harus siap untuk membangun hal-hal yang diambil dari pemerintah termasuk masyarakat,” jelasnya.
Pasalnya, pemerintah menjamin setelah selesai pembangunan setiap perumahan, fasilitas umum dan fasilitas sosial termasuk infrastruktur jalannya barulah dilakukan relokasi atau pemindahan warga.
“Dalam tahap menunggu ini, itu ada edukasi kepada masyarakat agar mempersiapkan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor : Nicky Saputra







