Empagon 415 Berpotensi Jadi Tempat Eko-Edu Wisata di KTT

benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Berawal dari ide ingin mengedukasi masyarakat mengenai budidaya ikan air tawar secara langsung, Empagon 415 kini berpotensi menjadi eko-edu wisata. Empagon 415 sendiri merupakan lokasi pemancingan dan budidaya berbagai jenis ikan air tawar yang berada di Desa Sebidai, Kabupaten Tana Tidung (KTT).

Agus Iwan Setiawan, pemilik Empagon 415 ini mengungkapkan ide awalnya membuat Empagon 415 awalnya dirinya sebagai seorang penyuluh budidaya perikanan ingin memberikan edukasi dan contoh secara langsung kepada masyarakat, terkait cara membudidaya ikan air tawar.

“Kalau kita memberikan penyuluhan hanya dengan teori, biasanya akan sulit diterima masyarakat. Jadi saya berencana ingin mempraktekannya langsung agar bisa dicontoh sendiri oleh masyarakat,” kata Agus.

Baca Juga :  Pertamina Patra Niaga Pastikan Optimalisasi Penyaluran BBM ke Krayan Selatan, Amankan Pasokan Jelang Nataru

Namun siapa yang mengira, kalau ide ingin mengedukasi masyarakat itu ternyata sukses menarik perhatian para peneliti yang ingin menempuh jenjang pendidikan. Sebab, di antara tempat pembibitan ikan, hanya Empago 415 saja yang memiliki cara untuk membuat bibit sendiri.

“Dari jenjang Paud, SD,SMP, SMP bahkan peneliti S1, S2 dan S3 semua datang kesini untuk belajar. Karena memang cara pembibitan ikan air tawar ini belum ada di Kaltara,” ujarnya.

Meski dalam segi bisnis Empagon 415 sudah sangat menjanjikan, namun Agus mengaku tidak ingin membuat Empagon 415 menjadi kehilangan jati dirinya sebagai tempat pendidikan ekobiologi ikan air tawar. Agus mengaku dirinya selalu terbuka kepada siapa saja yang ingin belajar mengenai budidaya ikan air tawar.

Baca Juga :  Inflasi Tanjung Selor November 2,86 Persen, BPS: Dipengaruhi Pola Konsumsi dan Pasokan

“Tahun lalu saja, kita menerima 8.000 kunjungan dan itu dari semua kalangan baik yang anak sekolah, dosen perguruan tinggi, teman sesama pembudidaya dan masyarakat sendiri,” tuturnya lagi.

“Dan saya selalu terbuka, karena tujuan awalnya Empagon ini bukan bisnis tapi tempat kita belajar, mengingat selama ini kita terlalu bergantungan dengan provinsi lain untuk mencari bibit ikan air tawar,” imbuhnya.

Baca Juga :  Pasar Tani di Alun-alun Nunukan Tambah Omzet UMKM

Dari banyaknya kunjungan itu, Agus pun berharap akan adanya respon dari pemerintah untuk memperhatikan Empagon 415.

“Selama ini tidak ada perhatian khusus dari pemerintah, padahal sudah ribuan orang yang kesini dan kedepan saya harapnya adalah bentuk kerja sama dari pihak terkait,” keluhnya.

Agus menambahkan di Empagon 415 sendiri sudah ada 6 jenis ikan air tawar yang dibudidaya, ikan patin, ikan nila, ikan bawal, ikan gurami dan ikan lele.

“Yang paling banyak dipelajari itu, ialah budidaya ikan Patin, karena memang tidak ada di Kaltara,” tutupnya. (*)

Reporter : Osarade

Editor : Nicky Saputra

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *