benuanta.co.id, BULUNGAN – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah membuat 3 program utama, salah satunya pembangunan kampung perikanan budidaya. Bahkan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya melalui Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara telah menetapkan 4 kampung perikanan budidaya baru di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).
Pelaksana Tugas Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kaltara, Rukhi Syayahdin melalui Kepala Seksi Perikanan Budidaya, Diah Nur Maulida mengatakan semua kabupaten kota di Kaltara juga akan dijadikan kampung perikanan budidaya.
“Mulai dari Tarakan, Bulungan, Nunukan, Tana Tidung dan Malinau. Namun ada 4 daerah yang di bawahi oleh BBPBAP Jepara yaitu Tarakan, Bulungan, Nunukan dan Tana Tidung,” ucapnya kepada benuanta.co.id, Jumat 8 April 2022.
Sedangkan Kabupaten Malinau, tepatnya di Malinau Kota yang membudidaykan ikan air tawar jenis ikan Nila, maka dibawahi oleh Balai Perikanan Budi Daya Air Tawar Mandiangin. Kata dia, masing-masing daerah yang dibawahi oleh BBPBAP Jepara memiliki potensi yang berbeda.
“Untuk di Nunukan berupa budidaya rumput laut itu di Tanjung Harapan Nunukan Selatan, Tarakan di Lingkas budidaya kepiting soka, Bulungan itu di Tanah Kuning dan Tana Tidung di Bebatu berupa budidaya udang windu,” jelasnya.
Kata dia, pada 29 Februari 2022 lalu juga telah ditetapkan pencanangan kampung perikanan budidaya yang dilaksanakan di Tarakan. Masing-masing kabupaten lainnya telah dikunjungi dan telah memiliki surat keterangan (SK).
“Jadi ke 4 kabupaten kota telah keluar SK-nya, kemudian telah survei lokasi semua. Selanjutnya hanya berupa evaluasi lanjutan,” imbuhnya.
Diah menyebutkan luasannya masing-masing daerah juga berbeda-beda, untuk Tarakan seluas 98,9 hektare, Malinau ada 10 hektare, Bulungan seluas 1.272 hektare, Nunukan seluas 2.777 hekatre dan Tana Tidung seluas 3.000 hektare.
“Ini sebenarnya mengintegrasikan program dari hulu ke hilir, jadi dalam wilayah itu saling terintegrasi baik pembudidayaan, pengolahan hingga pemasarannya,” pungkasnya. (*)
Reporter : Heri Muliadi
Editor : Yogi Wibawa







