Berburu Takjil, Sentra Wisata Kuliner Diserbu Warga

benuanta.co.id, TARAKAN – Ramadan hari ketiga, keramaian beberapa titik lokasi penjualan takjil tampak dipadati pengunjung. Hampir di setiap sisi jalan raya, warga dan pengendara rela berbondong-bondong demi membeli hidangan buka puasa itu.

Pantauan benuanta.co.id, sepanjang jalan di Kelurahan Tarakan Tengah dan Tarakan Barat pun diwarnai pedagang takjil sejak siang hari. Tampak dari Jalan Yos Sudarso, Jalan Adityawarman, Jalan K.H Agus Salim dan Jalan Pangeran Diponegoro.

Tak kalah juga di Sentra Wisata Kuliner Kelurahan Sebengkok, berbagai stand aneka penjualan ada di tempat ini. Meski baru saja diresmikan Walikota Tarakan dr. H. Khairul, M.Kes Januari 2022 lalu, wilayah itu terlihat ramai aktivitas namun tak mengganggu jalur pengendara.

Baca Juga :  Polisi Pastikan Kebakaran di Masjid As-Sholihin Dipicu Korsleting Listrik

Pedagang takjil yang biasa disapa ibu Nani, mengaku banyak beroleh keuntungan selama bulan Ramadan ini. Ia bersama anak dan keluarganya menjajakan aneka takjil diantaranya kue basah, minuman dingin, es buah, kolak, lauk pauk dan sayuran di pusat wisata kuliner itu.

Sejak siang hari mulai berdagang, dirinya beberkan bahwa tak sedikit dagangannya laku terjual.

“Kita buka dagangannya dari jam 13.00 WITA sampai jam 18.30 WITA. Alhamdulillah banyak sekali yang membeli, kalau saya hitung sekitar lebih 50 pembeli sepanjang hari ini,” terang Nani kepada benuanta.co.id, Senin (4/4/2022).

Baca Juga :  Dukung Program Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Polsek Tarakan Timur Laksanakan Patroli Dialogis

Setiap tahunnya, warga Tarakan itu kerap mengisi bulan puasa dengan menjajakan takjil. Silih berganti warga dan pengendara menghampiri stand miliknya, hingga saat buka puasa.

“Sejak tahun 2000-an awal sudah sering berjualan takjil kalau bulan puasa. Dulunya di Pasar Batu sebelum kebakaran, sekarang di sini (Sentra Wisata Kuliner). Beragam harga yang kami jual, mulai dari Rp 8 ribu hingga Rp 20 ribu. Ada juga yang titip kue untuk kita jualkan,” sebut wanita paruh baya itu.

Baca Juga :  Simbol Doa dan Harapan Keluarga, Lilin Raksasa Mulai Hiasi Kelenteng Tarakan Jelang Imlek

Sementara itu, para pengunjung pun merasakan dampak yang baik dari maraknya penjualan takjil di tempat tersebut. Pengunjung tak hanya menikmati citra rasa makanan dan minuman itu, namun juga harga yang terjangkau serta suasana yang nyaman.

“Saya sering beli takjil di sini, harganya murah terus hidangan yang kita cari juga tersedia. Pokoknya pas lah dengan nuansa sentra wisata kuliner,” ungkap Pangeran salah satu mahasiswa Universitas Borneo Tarakan.(*) 

Reporter: Kristianto Triwibowo

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *