Sambut Ramadan 1443 H, Sejumlah Harga Komoditi Pangan Naik

benuanta.co.id, TARAKAN – Tanpa disadari kenaikan harga minyak goreng membuat masyarakat gagal fokus pada komoditas lain.

Berdasarkan pantauan benuanta.co.id, saat ini terdapat komoditas lain yang harganya turut meroket. Di antaranya cabai yang saat ini menyentuh harga sekitar Rp 90 ribu per kilogram. Tidak hanya cabai, komoditas ayam potong juga turut naik pada kisaran Rp 44 ribu per kg.

Kepala Disperindag dan UMKM Kalimantan Utara (Kaltara), Hj. Hasriani menuturkan pemerintah juga harus turut fokus dengan harga komoditas lain.

“Jadi, saya bilang begini sama teman-teman satgas, kita terkonsentrasi pada minyak goreng. Sementara komoditi yang lain juga ikut naik,” katanya saat dihubungi, Senin (21/3/2022).

Baca Juga :  Tarik Ulur Akses Dashboard Hambat Ojol Masuk Bandara dan Pelabuhan Tarakan

Menurutnya, jika berkaca pada ibu kota negara, Jakarta yang menjadi pusat perekonomian di Indonesia, dikatakan Hasriani juga menjadi parameter perdagangan di Kaltara, sehingga jika Jakarta memiliki harga naik pada sebuah pangan, maka akan berdampak di Kaltara.

Menurut Hasriani, harga cabai pada dua Minggu lalu sebesar Rp 150 ribu per kilogram. Ironisnya, wilayah Kaltara yakni Tarakan dan Bulungan memiliki petani cabai, namun yang menjadi kendala saat ini ialah menekan harga yang melambung tinggi saat ini.

Baca Juga :  Sisa Kuota Tak Lagi Terbuang: SIMPATI Hadirkan Akumulasi Kuota

Untuk itu, dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan tinjauan lapangan. Sebab seperti biasanya jelang HBKM beberapa komoditi dipastikan naik.

“Harusnya sekarang sudah ada ditentukan sentra untuk komoditi. Lahan-lahan yang bisa dilakukan bercocok tanam atau komoditi ternak. Kalau sudah ada yang seperti itu, maka pemenuhannya sudah tidak ada lagi distribusi dari luar Kaltara dan pemerintah sudah bisa enak. Tapi harus ada keterlibatan OPD teknis yang membidangi, kan harus bersama-sama berkolaborasi,” jelas Hasriani.

Baca Juga :  PT Pelindo Terminal Petikemas Tarakan Dukung Akselerasi Ekspor Produk Unggulan Kaltara

Tak hanya itu, kepala daerah tiap kabupaten dan kota menurut Hasriani harus intens dalam menentukan perkembangan komoditi di Kaltara. Sebab 80 persen komoditi yang dibutuhkan Kaltara diambil dari luar daerah seperti Berau, Jawa dan Sulawesi.

Tak hanya minyak goreng dan cabai, namun telur, bawang merah, bawang putih, kedelai, daging ayam, gula dan daging sapi juga cenderung naik. “Begitu jelang HBKN pasti akan naik,” pungkasnya. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *