Misteri Buaya Pemangsa Mulai Terungkap, Potongan Tubuh Korban Ditemukan

benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Misteri terkait kasus terkaman buaya di Kanal Sungai Supai, Kecamatan Sesayap Hilir, Kabupaten Tana Tidung (KTT) akhirnya mulai terkuak pada Selasa, 2 Maret 2022.

Terungkapnya misteri korban terkaman buaya yang sudah ditelusuri sejak berminggu-minggu lalu di Kanal Sungai Supa itu akhirnya membuahkan hasil, beberapa potongan pakaian dan tubuh korban di lokasi sekitaran Kanal Sungai Supa ditemukan.

Kepala Desa (Kades) Bebatu, Mahmuda mengatakan sebelum ditemukannya potongan pakaian dan tubuh para korban. Pihaknya bersama pihak keluarga korban melakukan pencarian lanjutan dengan memancing buaya di Kanal Sungai Supa.

Metode pemancingan buaya cukup menarik, karena menggunakan cara dengan memberi makan buaya sebanyak-banyaknya agar buaya memuntahkan isi perutnya.

“Karena permintaan ini berasal dari pihak keluarga Luter jadi Pemdes bersama masyarakat sekitar menyanggupinya. Jadi pada senin malam lalu, kita lempar potongan-potongan daging ayam dan ternyata benar, ada buaya yang memakannya,” kata Mahmuda.

Meski cara yang digunakan sangat sederhana. Namun cara itu terbukti efektif. Pasalnya, tidak berselang lama dari pemberian umpan itu, buaya yang ada di Kanal Sungai Supa langsung memuntahkan isi perutnya yang dimana buaya itu juga memuntahkan beberapa bagian potongan pakaian dan tubuh para korbannya.

“Potongan tulang paha, baju dan celana korban yang pertama yang diterkam pada bulan desember lalu itu kita temukan. Kita yakin kalau potongan tubuh itu dari korban pertama karena hanya menyisakan tulang belulang saja,” ujarnya lagi.

“Sedangkan untuk korban ke-2 itu masih utuh bagian telapak kakinya dan beberapa potongan tubuh lainnya,” pungkasnya.

Meski berhasil menemukan potongan-potongan tubuh para korban, namun buaya pemangsa manusia yang selama ini dicari-cari masih belum dapat ditemukan.

Mahmuda membeberkan, untuk sementara waktu proses lanjutan pencarian akan dihentikan sementara dan menunggu waktu yang tepat untuk kembali melakukan pencarian.

“Hari ini proses tidak kita lanjutkan, mungkin besok atau lusa baru kita lanjutkan. Karena jika dicari terus-menerus buaya di Kanal justru merasa takut dan lari ke lokasi lain. Makanya kita menghindari hal tersebut,” tutupnya. (*)

Reporter: Osarade

Editor: Matthew Gregori Nusa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *