Luter Belum Ditemukan, Hari Ini Operasi SAR Dilanjutkan

benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Belum menemukan hasil, pencarian korban terkaman buaya di Kanal Sungai Supa Kecamatan Sesayap Hilir Kabupaten Tana Tidung terus dilakukan hingga hari ke-3, Jumat 18 Februari 2022.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Tarakan Amiruddin menjelaskan Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian sesuai dengan rencana operasi hari ketiga.

“Karena pencarian di hari pertama dan kedua, kita belum menemukan hasil, maka pencarian kembali kita lakukan hari ini, bersama dengan tim SAR,” kata Amiruddin.

Sebagai persiapan, lanjutan proses pencarian ini, Tim SAR gabungan mengerahkan sejumlah unit perlengkapan pencarian seperti D-Max, 1 Unit Rib 03 Tarakan, peralatan medis 1 Set, Baju Azmat, Peralatan Komunikasi dan Aquaeyes, yang didatangkan langsung dari Kota Tarakan.

“Kita harap dengan sejumlah perlengkapan ini bisa memudahkan korban dan kita berharap korban bisa segera ditemukanlah,” ujarnya.

Pencarian ini sebenarnya sudah mulai menunjukan hasil, saat Tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan menggunakan sistem penyetruman. Dimana buaya yang diduga menerkam Luter, sempat timbul kepermukaan air Kanal.

“Karena saat dilakukan penyetruman situasinya sudah gelap, karena dilakukan malam hari. Jadi kita di lapangan jadi kehilangan jejak lagi,” bebernya.

Pada pemberitaan sebelumnya, Kepala Desa(Kades) Bebatu, Mahmuda mengatakan Luter merupakan warga Desa Bebakung yang pergi ke Desa Bebatu untuk mengantarkan kayu bersama 2 orang rekannya, pada pukul 13.00 Wita.

Namun saaat hendak kembali pulang ke Desanya, Luter bersama rekannya malah singgah dikanal Sungai Supai, dimana lokasi itu merupakan TKP tempat tewasnya warga Sesayap Hilir, akibat dimakan buaya beberapa waktu yang lalu.

“Kejadiannya pukul 17.00 Wita, kata saksi mereka mau singgah cuci kaki. Tapi ketika Luter menyelupkan kakinya. Luter malah diterkam buaya,” kata Mahmuda.

Mahmuda mengungkapkan saat ini pihaknya, bersama aparat hukum dan warga sekitar, masih melakukan pencarian terhadap korban.

“Korban masih kita cari dan karena kejadiannya baru beberapa jam yang lalu, kita berharap buaya yang menerkam korban bisa segera ditemukan,” ungkapnya.

Mahmuda sendiri secara pribadi menyesalkan kejadian ini. Padahal semenjak kejadian tewasnya warga karena diterkam buaya, ia sudah menaruh papan peringatan disitu agar warga selalu waspada.

“Saya sudah pasang papan peringatan, meski kejadian ini sangat kita sesalkan. Namun kita berharap korban masih bisa kit selamatkan,” tutupnya. (*) 

Reporter: Osarade

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *