benuanta.co.id, BULUNGAN – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) berhasil mengungkap kasus sabu hingga puluhan kilogram selama awal tahun 2022 ini. Jika tahun 2021 lalu sebesar 126 kilogram, selama awal tahun ini berhasil mengamankan sebanyak 30.721 gram atau 30,72 kilogram.
Selama pengungkapan kasus narkoba, kepolisian juga terus mempelajari dan mengamati setiap jaringan yang ada. Jika selama ini menyelundupkan sabu dengan cara transit ke satu wilayah. Cara yang digunakan oleh 2 orang kurir berkebangsaan Malaysia, MH dan A cukup berbeda dilakukan di atas laut.
“Jadi modus yang saya pantau ini tidak lagi transit atau singgah dulu ke Tarakan atau Bulungan, tapi langsung dari kapal ke kapal. Padahal ini sangat berisiko terhadap keselamatan nyawa,” ujar Direktur Resnarkoba Polda Kaltara Kombes Pol Agus Yulianto kepada benuanta.co.id, Jumat 18 Februari 2022.
Dia menjelaskan suasana di perairan laut Bunyu kala itu sedang tidak bersahabat, malam yang gelap angin cukup kencang ditambah gelombang laut yang besar. Namun didapati adanya aktivitas pelanggaran hukum berupa penyelundupan narkoba.
“Kami sempat kejar-kejaran dengan mereka. Jadi pelaku ini menggunakan speedboat fiber mesin 200 PK bodi kecil, ringan dan muatan tidak banyak jadi memang cukup kencang,” ucapnya.
Dia mengakui akhir tahun 2021 hingga Februari 2022 ini, banyak aksi pengungkapan sabu baik oleh Satgas Pamtas di perbatasan dan juga oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara serta dari Ditresnarkoba Polda Kaltara hingga jajaran Polres.
“Kita akui banyak pengungkapan sabu awal tahun ini. Bukan karena ada modus baru, tapi kita personel Polda Kaltara makin giat melakukan penindakan terhadap penyelundupan sabu. Sabu masuk ke Kaltara bukan karena peningkatan suplai tapi kita melakukan peningkatan kegiatan,” paparnya.
Berkaca pada beberapa kasus sabu yang berhasil diungkap, pihaknya kini mengantisipasi terhadap modus para pelaku kejahatan yang memasukkan barang haram ke Kaltara.
Dia melihat penyeludupan sabu di wilayah Kaltara kebanyakan berasal dari Tawau. Tak hanya lewat laut kadangkala menggunakan jalur darat.
“Sabu yang didatangkan dari Tawau akan terus kita pantau, karena memang semua sisi menjadi celah mereka menyelundupkan sabu,” tuturnya.
Berdasarkan pantauannya selama ini, banyak penyeludup menggunakan jalur darat dan laut. Setelah transit di Tarakan atau Bulungan, saat akan keluar wilayah Kaltara bisa menggunakan darat, laut dan udara.
“Seperti yang diamankan di Bandara Juwata Tarakan kemarin itu lewat udara,” sebutnya.
Perwira melati tiga ini menambahkan untuk jaringan Malaysia, setiap ada pengungkapan pihaknya selalu melakukan komunikasi dengan kepolisian Malaysia.
“Saat adanya warga Malaysia yang kita tangkap maka di proses disini. Begitu juga sebaliknya,” pungkasnya. (*)
Reporter : Heri Muliadi
Editor : Yogi Wibawa







