benuanta.co.id, NUNUKAN – Dari 148 pelajar repatriasi dari Malaysia yang tersebar di tiga provinsi, sebanyak 15 orang di Kabupaten Nunukan dua sekolah yakni Sekolah Menengah Atas Katolik (SMAK) Santo Gabriel Nunukan dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Sebatik Barat.
Pengelola Program Repatriasi Kalimantan Utara, Esti mengatakan dari 15 pelajar ini terbagi di dua sekolah yakni SMK Negeri 1 Sebatik Barat sebanyak 10 anak dan SMAK Santo Gabriel Nunukan sebanyak 5 orang.
Program Afirmasi Pendidikan Menengah (Adem) tahun 2021 untuk Kaltara sebanyak 15 orang. Walaupun dikirim pada tahun 2022 sebenarnya ini adalah angkatan tahun 2021, kemarin sempat tertunda pengirimannya, karena saat itu adanya wabah covid-19.
“Mereka nantinya akan kami tempatkan di asrama SMK Negeri 1 Sebatik Barat, karena kita ada asrama,” kata Esti, Kamis (10/2/2022).
Sedangkan untuk penerapan protokol kesehatan akan tetap mengikuti anjuran pemerintah, mereka terlebih dahulu dilakukan karantina di Kabupaten selama 7 hari, baru akan dilakukan penjemputan dan akan dibawa ke Sebatik.
“Sebanyak 15 orang anak adem repatriasi kami bawa ke Sebatik terlebih dahulu dan akan diberikan pembekalan selama 3 hari di sekolah. Terkait dengan lingkungan sekolah, wawasan kebangsaan dan kesehatan, setelah itu baru akan kami sebar di sekolah tujuan tempat mereka mendaftar,” jelasnya.
Sedangkan proses belajar mengajar akan tetap mengikuti program Kurikulum kementerian. Karena mereka ini mendapat beasiswa dari Kemendikbud. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: Matthew Gregori Nusa







