benuanta.co.id, BULUNGAN – Selepas melaksanakan serah terima jabatan (Sertijab) di Kodam VI Mulawarman, Komandan Korem 092/Maharajalila yang baru, Brigjen TNI Rifki pun tiba di Tanjung Selor. Danrem baru menghadiri pisah sambut dengan pejabat yang lama, Brigjen TNI Suratno.
Brigjen TNI Rifki memaparkan kehadirannya di Korem 092/Maharajalila membawa amanah dari Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad) agar menjadi pimpinan yang bisa menjaga wilayahnya, itu yang secara umum. Namun secara khusus harus bisa mengawal pembangunan mega proyek di Bulungan, yakni Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) di Kecamatan Tanjung Palas Timur.
“Ada penekanan kemarin yang langsung saya ikuti baik dari Presiden maupun Pangdam VI Mulawarman agar mengawal KIHI. Intinya dalam rangka mensukseskan program pemerintah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kaltara,” ujar Brigjen TNI Rifki kepada benuanta.co.id, Kamis 13 Januari 2022.
Lanjutnya, yang menjadi atensi di wilayah perbatasan pihaknya akan menjaga kedaulatan Negara di perbatasan. Kata dia, tidak boleh ada sejengkal tanah pun diambil oleh orang asing dan tidak boleh ada warga Kaltara di perbatasan terlantar.
Dia mengatakan jika perbatasan merupakan serambi negara Indonesia, maka tidak ada yang boleh mengusiknya.
“Tidak boleh ada yang mengganggu bahkan sampai dilakukan penindakan oleh negara tetangga. Jadi hal prinsip tentang kehidupan bernegara di perbatasan itu harus kita tegakkan,” paparnya.
Masih Brigjen TNI Rifki, dia menceritakan untuk Pulau Kalimantan bukan wilayah yang baru baginya. Pasalnya, mantan Waasops Kasad Bidang Siapsat ini sebelumnya telah berkiprah lama di beberapa wilayah di Kalimantan. Salah satunya pernah menjadi Komandan Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 600/Modang Kodam VI/Mulawarman pada tahun 2004.
“Setelah itu saya pernah menjadi Dandim 0905/Balikpapan, selanjut Kabagdik di Rindam VI Mulawarman di Banjarbaru Kalimantan Selatan. Jadi sebelum menjabat pada pertengahan tahun kemarin saya melaksanakan kunker ke sini. Bagi saya Kaltara dan Bulungan ini tidak asing,” pungkasnya. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: Ramli







