benuanta.co.id, TARAKAN – Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) digadang-gadang akan sangat berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi di Kaltara.
Kawasan yang diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Jokowi itu diestimasikan tumbuh sekitar 4 hingga 5 persen.
“Estimasinya sekitar 4 hingga 5 persen Ini baru assessment kita ya, bulan depan baru bisa rilis,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Utara, Teddy Arif Budiman, Jumat (7/1/2022).
Teddy menuturkan, untuk menentukan pertumbuhan ekonomi di suatu daerah terdapat 10 indikator. Adapun indikator penilaian pertumbuhan ekonomi ini dijelaskan Teddy terdiri dari berbagai macam faktor seperti inflasi, penjualan perdagangan, indeks keyakinan konsumen dan lain sebagainya.
“Yang jelas ada beberapa faktor yang kami nilai dan assessment untuk dapat menghitung pertumbuhan ekonomi,” tuturnya.
Meski begitu, instansi yang tepat untuk merilis pertumbuhan ekonomi sebenarnya adalah Badan Pusat Statistik (BPS).
“Sehingga dalam hal ini BI hanya memperkirakan dan menjadikan rilis pertumbuhan ekonomi ini sebagai bahan untuk mengambil kebijakan,” ungkapnya.
Tahun ini, dikatakan Teddy pihaknya telah memperkirakan bentuk-bentuk pertumbuhan ekonomi Kaltara. Hanya saja, dikarenakan adanya perkembangan perusahaan baru di Kaltara yakni KIPI, membuat pihaknya belum dapat merilis prediksi tersebut.
“Kami harus mengkalibrasi, jangan sampai angka kami nanti tidak sesuai. Kalau kondisi normal, kami tiap tahun melakukan penilaian, namun seperti yang teman-teman ketahui ada quantum di KIPI yang akan sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Kaltara,” terangnya.
“Kami dan tim harus menggali informasi baik dari Pemprov, Pemkab Bulungan dan Bappenas. Kira-kira apa yang bisa stay pertahunnya. Atau pada triwullan I apa saja perkembangan di KIPI, ini akan sangat mempengaruhi,” sambung Teddy.
Untuk itu, dalam hal ini pihaknya akan melakukan perhitungan ulang. Namun Teddy berharap agar prediksi pertumbuhan ekonomi dari BI nanti tidak akan jauh dari realita.
Teddy juga mengharapkan agar dengan adanya kegiatan ekonomi baru di suatu tempat dapat membuat peningkatan perekonomian terjadi di Kaltara. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Matthew Gregori Nusa







