benuanta.co.id, TARAKAN – Ibadah perayaan Natal Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) Imanuel Tarakan, berlangsung syahdu dengan memaknai makna Natal yang mendorong jemaat untuk hidup dengan kasih.
Pendeta Retno Siahaan Sumaredi, S.Th selaku Ketua Majelis Jemaat menyampaikan bahwa dalam memaknai dan merayakan kelahiran Yesus Kristus, seluruh umat dipesankan untuk menghadirkan kasih dimana pun berada.
“Allah melawat umatnya dan tentu lewat lawatan Allah ini, umat harus hidup di dalam kasih. Kasih tidak sebatas hanya ditengah persaudaraan, tetapi juga di masyarakat sehingga umat diharapkan menjadi berkat dimana pun berada,” ujar Pendeta Retno kepada benuanta.co.id pada Sabtu, 25 Desember 2021.
Ia pun menyatakan bahwa melalui kasih Allah, umat diperkenankan untuk menjauhi amarah dan dendam.
Sementara itu, jemaat GPIB Immanuel Tarakan yang turut mengikuti ibadah natal tersebut, merespon peristiwa natal merupakan tanda sukacita dan kedamaian yang harus dilakukan dan dikumandangkan dalam kehidupan.
“Kami bersukacita dengan menyambut Natal tahun ini penuh dengan kedamaian. Walaupun di tengah pandemi Covid-19, kami tetap bersyukur dan kami melihat antusias jemaat di Kaltara dan luar Kaltara itu, gereja hampir penuh,” ucap Jufri Budiman, S. Pd usai melaksanakan ibadah.
Pria yang juga aktif sebagai anggota DPRD Kaltara itu, menekankan bahwa makna natal adalah saling memaafkan bila ada kesalahan yang kurang berkenan kepada sesama dan juga saling memberikan damai serta sukacita.
Dengan suasana hangat, jemaat GPIB Immanuel Tarakan bertegur sapa dan merajut ucapan natal silih berganti ketika ibadah selesai.
Ibadah berlangsung dengan mematuhi protokol kesehatan seperti pengaturan jarak, pengecekan suhu, hand sanitizer dan pembagian waktu ibadah sebanyak 4 sesi. (*)
Reporter: Kristianto Triwibowo
Editor: Ramli







