Luhut: Target Pembangunan KIHI Tahun 2023

benuanta.co.id, BULUNGAN – Pelaksanaan groundbreaking Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI), Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan memaparkan jika Kalimantan Utara menjadi pusat kawasan industri hijau dan biru yang terletak di Desa Mangkupadi Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan.

“Tahun 2015 diwacanakan pembangunan kawasan industri. Namun sampai tahun 2018 tidak ada perkembangan yang signifikan,” ujar Luhut kepada benuanta.co.id, Selasa 21 Desember 2021.

Akhirnya diambil keputusan yang besar supaya kawasan industri dan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dilanjutkan, pasalnya memiliki potensi besar. Kemudian dengan keputusan politik Presiden Jokowi memberikan dukungan sepenuhnya untuk proyek tersebut.

Baca Juga :  Perselingkuhan dan Judol Masih jadi Biang Kerok Perceraian Masyarakat Kaltara

“Hanya untuk PLTA kami memperkirakan membutuhkan US$ 10 sampai 12 miliar, belum lagi pelabuhan yang harus dibangun yang menjorok ketengah laut biayanya hampir US$ 1 miliar untuk pengembangan pelabuhannya,” bebernya.

Awal 2019 pihaknya sempat menjajakan kawasan industri ini kepada Eropa, Uni Emirat Arab, Amerika, China dan Tiongkok, sempat ditanggapi santai. Namun di akhir tahun 2019 banyak penawaran dari investor untuk mengolahnya dengan membangun industri hulu dan panel surya sembari menunggu terbangunnya PLTA.

“Investornya adalah yang hadir melakukan MoU jumlahnya ada 10 perusahan yang berinvestasi. Mereka terbukti memiliki track record investasi yang baik,” jelasnya.

Baca Juga :  Isu Pengangkatan Tenaga Kerja SPPG Jadi PPPK Mencuat, BKD Kaltara: Rekrutmen melalui BKN

Luhut Binsar mengatakan lahan yang digunakan pembangunan KIHI adalah lahan milik Ketua Konsorsium Indonesia Garibaldi Thohir atau Boy Thohir. Agar termanfaatkan maka gencar melakukan negoisasi untuk menarik investor masuk.

“Jujur kami pertama tidak mengerti siapa yang punya tanah disini. Setelah kami meninjau dan diturunkan tim ternyata milik bapak Boy Thohir,” paparnya.

Dia mengatakan pemilik saham dan struktur pemegang saham adalah PT Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI) untuk Green Industrial Park dan afiliasi (Blue Industrial Park). Investasi yang masuk sebesar US$ 132 miliar nantinya sampai tahun 2029. Nilai outputnya sebesar US$ 113 miliar.

Baca Juga :  Dietisien Sarankan Konsumsi Mi Instan Sebulan Sekali

“Jenis industri yang akan dibangun diantaranya green aluminium, steel, polysilicon, graphite new energy battery (Nickel Based dan LFP), petro chemical dan solar panel,” sebutnya.

Dia menuturkan jika izin telah beres maka secepatnya dilakukan mobilisasi barang-barangnya. Kata dia, target operasi sendiri dilaksanakan tahun 2023 untuk tahap pertama.

“Dualine untuk produksi petro chemical diharap itu selesai semua tahun 2028-2029,” pungkasnya. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *