benuanta.co.id, KALTARA – Kisruh internal yang dihadapi PDI Perjuangan (PDIP) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) sempat memicu kontroversi publik. Markus Juk menyebutkan permasalahan tersebut mulai menunjukkan titik terang.
Untuk diketahui, badai kisruh internal yang dihadapi partai berlogo banteng itu, mulai menghantam PDIP Kaltara sejak dikeluarkannya SK DPP PDI Perjuangan perihal pergantian Norhayati Andris sebagai Ketua DPRD Kaltara.
Kisruh itu pun semakin memanas saat Norhayati berniat menggugat ketua DPD Kaltara partai berlogo banteng itu ke Pengadilan Negeri (PN) Bulungan.
Namun Norhayati sebagai pelapor memilih mengurungkan niatnya setelah memperhitungkan banyak pertimbangan. Alhasil laporan gugatan tersebut dicabut di Polda Kaltara.
Hal itu pun disambut baik oleh sejumlah kader PDIP Kaltara, tidak terkecuali oleh Markus Juk. Pria yang pernah menjabat sebagai anggota DPRD Bulungan 3 periode itu (Markus) menganggap tindakan yang dilakukan oleh Norhayati sudahlah tepat.
“Saya salut dengan tindakan bu Norhayati dan itu merupakan tindakan yang tepat. Karena hampir sebulan ini kita diobok-obok oleh pihak luar yang tidak bertanggung jawab dengan memanfaatkan kisruh internal PDIP,” kata Markus, Selasa (14/12/2021).
Demi kebaikan sesama kader PDIP ke depan, Markus pun menyarankan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP, Jhonny Laing Impang untuk memberikan ruang konsolidasi terhadap Norhayati dan Ketua DPRD Kaltara yang baru yakni Albertus Stefanus Marianus.
“Selain hal itu akan menjadi simbol kalau partai kita ini solid, juga akan berdampak baik bagi semuanya,” ungkapnya lagi.
“Karena dengan konsodilasi tersebut, baik Ketua DPRD Kaltara yang lama dan baru, akan dapat saling membimbing dengan memberikan saran antar satu dengan yang lainnya. Karena ini juga demi kebaikan kinerja DPRD Kaltara saat ini,” tutupnya. (*)
Reporter: Osarade
Editor: Matthew Gregori Nusa







