benuanta.co.id, TARAKAN – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tarakan kembali melakukan uji coba ruas jalan. Uji coba jalur satu arah ini sebenarnya telah berlangsung sejak Minggu lalu dekat stadion Datu Adil Tarakan.
“Uji coba ini merupakan simulasi kedua bagian dari hasil rapat Forum Lalu Lintas dimana dalam simulasi kedua arah lalu lintasnya dijadikan satu arah, kalau kemarin kan simulasi pertama bundaran ya,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tarakan, Muhammad Haidir pada Jumat (10/12/2021).
Uji coba ini dilaksanakan lima hari, mulai dari hari Senin hingga Jumat. Adapun arah yang diuji coba ialah searah jarum jam.
“Searah jarum jam kalau dari Jalan Pulau Sumatera. Kemudian ini kami laksanakan juga mulai dari Senin kemarin sampai dengan hari ini,” imbuhnya.
Baca Juga :
- Arus Lalin Mulai Normal, Dishub Lakukan Rekayasa di Beberapa Jalan
- Dishub Lakukan Uji Coba Bundaran Selama Tiga Hari ke Depan
Dalam kegiatan uji coba satu arah ini dilakukan pengamatan terhadap kondisi arus lalu lintas yang melintas di sana. Nantinya pengamatan ini akan dianalisa untuk menetapkan pengaturan ruas jalan yang cocok untuk area Stadion.
“Setelah simulasi, dari hasil pengamatan dan informasi yang berkembang akan kami coba analisa dan akan dibawa dalam rapat Forum Lalu Lintas untuk sama-sama dibahas. Dan ada kesimpulan dilaporkan ke Pak Walikota Tarakan,” bebernya.
“Kan kemarin uji coba bundaran. Lalu diganti jadi satu arah. Nanti dari forum yang akan memutuskan dan dilapor ke Pak Wali hasil kajian teknisnya. Ada dua opsi nanti,” sambungnya.
Tak hanya sekedar uji coba, tentu terdapat edukasi kepada pengendara yang masih terpantau melanggar.
“Kami masih dalam tahap edukasi. Nanti juga setelah diterapkan tidak akan langsung ditindak. Akan diuji coba dulu, baru diberlakukan ketentuan,” jelasnya.
Disisi lain, Dishub telah memiliki wacana dalam uji coba ruas jalan di kota Tarakan dalam rangka mewujudkan Smart Mobility yang menjadi salah satu visi Kota Tarakan.
“Pertama di area Stadion Datu Adil, kedua area Sebengkok, kemudian Slamet Riyadi, pertigaan Kampung Bugis. Karena terus terang setiap hari cukup padat dan sering macet. Sudah kami survei. Kami akan olah dengan hasil analisa rekayasa akan dibahas dalam Forum Lalu Lintas,” tutupnya. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Ramli







