benuanta.co.id, TARAKAN – Sejalan dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang memastikan tak akan menghapuskan kurikulum sejarah pada kurikulum nasional, Pemerintah Kota Tarakan justru mewacanakan kurikulum sejarah lokal untuk bisa diajarkan kepada siswa.
Terlebih, Kota Tarakan pernah menjadi saksi Perang Dunia ke II pada 1942 silam.
“Tapi memang Tarakan masuk pertamanya Jepang untuk perang dunia II di Indonesia, itu baru saya tahu disini. Sehingga saya kira guru sejarah perlu menjelaskan ini kepada murid,” kata Walikota Tarakan, dr. Khairul, M. Kes.
Menurut Khairul, siswa hanya mengetahui bahwa Kalimantan penghasil minyak terbesar, namun tak mengetahui bahwa pernah terjadi peristiwa perang di Bumi Paguntaka.
“Saya pikir bisa saja (masuk ke dalam kurikulum lokal). Tinggal digodok antara Disdik dengan Dispar Tarakan,” sambungnya.
Khairul menegaskan pembelajaran sejarah lokal menjadi hal penting untuk masuk ke dalam kurikulum pendidikan siswa. Terlebih, tidak semua daerah di Indonesia memiliki sejarah seperti Tarakan. Disdik dan Dispar Tarakan diharapkan mengolah rencana tersebut
Soal sejarah, Khairul juga mengatakan rencana pihaknya untuk mendirikan tugu jepang di Tarakan, hanya saja lokasi lahannya masih belum ditentukan pemerintah.
“Kami memang punya rencana tapi tempatnya dimana belum dipastikan,” tutupnya. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Ramli







