Alumni dari Jerman Promosikan Tradisi Tidung ke Eropa

benuanta.co.id, NUNUKAN – Festival Iraw Tidung Borneo Bersatu mendapatkan apresiasi dari Ketua Umum Perhimpunan Alumni Jerman Vidi Galendo Syarief, setelah melihat budaya suku Tidung di perbatasan tidak kalah dengan wilayah lain yang ada di Indonesia.

“Saya melihat suku Tidung sangat menarik dan saya ingin mempromosikan ke mancanegara, melalui organisasi kami,” kata Vidi Galendo Syarief, Kepada benuanta.co.id, Ahad (28/11/2021).

Dia juga melihat acara olahraga tradisional yang diselenggarakan di festival Iraw Tidung Borneo sebagian ada juga di daerah lainnya, bahwa itu menunjukkan Kebhinekaan Tunggal Ika Indonesia. Kebetulan ini berada di perbatasan dan juga dihadiri oleh negara serumpun diantaranya Malaysia, Brunei Darussalam dan Filipina.

Baca Juga :  Deteksi Penyakit Menular, Lapas Nunukan Gencarkan Screening Warga Binaan

“Ada etnis suku Dayak Tidung, yang serumpun, berada di empat Negara Sabahat walaupun begitu khas Indonesia tetap di jaga di sini,” jelasnya.

Paling menarik menurutnya, tidak ada di negara lain pertandingan sumpit khas Kalimantan. Tema Borneo Bersatu, kata dia, ini sudah tepat dan ia akan merangkum bentuk dokumentasi yang akan dikirim ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Jerman dan kedutaan Jerman yang ada di Indonesia agar dapat dipromosikan.

Baca Juga :  Perkuat Penegakan Perda, Satpol PP Nunukan Gelar Rakor Gambaran Umum Pelaksanaan Tugas

“Saya berharap walaupun upaya ini kecil di festival tahun depan masyarakat Eropa khusunya khusunya Jerman bisa juga hadir di sini. kerena selam ini orang Eropa itu hanya taunya Bali, danau Toba, Raja Ampat komodo,” terangnya.

Lanjut dia, jauh dari tempat itu ternyata di Kaltara juga ada budaya turun temurun yang meliputi beberapa Negera yang begitu bagus. Ini harus bisa dipromosikan sehingga bisa menjadi wisata di Indonesia.

Baca Juga :  Peringati HPN 2026, Imigrasi Nunukan Perkuat Sinergi dengan Insan Pers

Dalam upaya pemulihan ekonomi di masa pendemi covid-19, menurutnya Iraw Tidung Borneo ini adalah ekonomi kerakyatan yang dapat melibatkan masyarakat luas khususnya etnis Dayak Tidung yang harus diperhatikan.

Ia memberikan masukan kepada pemerintah daerah dalam mengembangkan objek wisata, perlu diperhatikan adalah akses jalan sehingga dapat dijangkau dan infrastruktur pendukung lainnya.(*)

Reporter: Darmawan

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *