Cegah ASF Jelang Natal, Babi Dari Luar Tarakan Dilarang Masuk

benuanta.co.id, TARAKAN – Cegah penyebaran virus ASF yang berasal dari daging babi jelang Natal. Dinas Pangan dan Pertanian Kota Tarakan melarang masyarakat meminta kiriman babi dari luar Tarakan.

Kepala Dinas Dinas Pangan dan Pertanian koa Tarakan, Ir. Elang Buhana, M.Si menyampaikan, hal itu dilakukan untuk mengantisipasi virus tersebut merebak di Tarakan.

“Saya sudah sampaikan ke Dinas Karantina agar kita Tarakan ini tak terima babi dari luar, kadang ada yang kepengen babi celeng, atau babi hutan, untuk sementara ini jangan terima,” ujar Elang Buhana, Sabtu (27/11/2021).

Baca Juga :  BPJS PBI Sebagian Masyarakat Dinonaktifkan, Ini Alasannya

Tak hanya itu, pihaknya juga terus melakukan sosialisasi melalui pamflet yang berisi tentang bahaya ASF ke kelurahan dan kecamatan di Tarakan.

Ia mengatakan bahwa hingga saat ini terjadi penurunan jumlah populasi babi. Berdasarkan data yang terakhir pihaknya terima, populasi di Tarakan hanya sekitar 5000 babi.

“Kalau dulu 7.000 sampai 8.000 babi, makin ke sini makin menurun juga,” jelas Elang.

Baca Juga :  Jaga Tradisi Kue Keranjang Imlek di Tarakan ala Nenek Joanie

Pihaknya tak mengetahui pasti, mengapa jumlah babi di Kota Tarakan cenderung semakin turun. Namun ia tetap menjaga kesehatan ternak babi.

“Itu perlu kita waspadai (virus) kadang-kadang penularannya bisa lewat sisa-sisa makanan juga,” tandasnya.

Sekadar informasi, pada Oktober lalu marak ternak babi yang mati bersamaan secara mendadak di Kabupaten Malinau. Berdasarkan informasi yang dirangkum oleh tim benuanta.co.id, gejala yang ditimbulkan babi tersebut mirip dengan gejala ASF. (*)

Baca Juga :  Jelang Imlek, Permintaan Kue Keranjang di Tarakan Meningkat

Reporter : Endah Agustina

Editor : Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *