benuanta.co.id, TARAKAN – Sejak dinyatakan turun level PPKM menjadi level 3, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) langsung digelar oleh pemerintah Kota Tarakan. Tidak hanya standar protokol kesehatan namun saat ini pelajar terus diimunisasi demi kenyamanan dan keamanan saat berada di lingkungan sekolah.
Kepala Sekolah SMP Negeri 7 Tarakan, Muhammad Ja’far Effendi mengatakan meskipun secara aturan SKB 4 menteri tidak menyebutkan kewajiban vaksinasi bagi pelajar usia 12-17 tahun, vaksinasi dapat memberikan daya tahan tubuh yang lebih terhadap anak.
“Daya tahan siswa yang telah mendapatkan suntikan vaksin lebih tahan dibanding siswa yang tidak divaksin, Makanya saya nilai vaksinasi itu penting di tengah PTM,” ujarnya, Selasa (16/11/2021).
Saat ini PTM di SMPN 7 Tarakan pihaknya membagi jumlah siswa dalam satu kelas menjadi dua kelompok dan menerapkan pembelajaran luring secara bergantian setiap hari.
Ja’far juga menjelaskan tak semua siswanya divaksinasi karena terdapat pula siswanya yang memiliki komorbid.
“Di sini (SMPN 7) hanya ada beberapa siswa yang belum bersedia vaksin karena alasan ada penyakit komorbit. Jadi karena alasan kesehatan sehingga tidak bisa diberi vaksin,” jelasnya.
Terpisah, Kepala Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan, dr. Erna Maya Santi mengatakan bahwa pihaknya masih menemukan adanya beberapa orang tua siswa yang takut untuk memberikan vaksin Covid-19 kepada anak.
“Masih ada orang tua siswa yang takut anaknya divaksin. Makanya ada beberapa langkah kami lakukan agar orang tua yang ragu kami berikan pengarahan dan contoh. Karena banyak pelajar yang sudah tervaksin tapi aman dan alhamdulillah ada beberapa yang setuju divaksin,” katanya.
Sesuai dengan instruksi Kemenkes, dalam penyuntikan ke pelajar menggunakan vaksin jenis Pfizer dan Sinovac untuk usia 12-17 tahun.
Untuk diketahui sebanyak 900 siswa telah divaksin sebanyak dua kali, yakni gabungan SMPN 7, SMPN 13, SMP KUMI dan SMPN 1 Tarakan.
Sementara itu, Mewakili Kabinda Kaltara, Bagas Ok menerangkan bahwa vaksinasi kali ini merupakan dosis kedua penyuntikan pelajar setelah pelaksanaan vaksinasi pelajar dosis satu yang dilakukan sat kunjungan presiden.
“Kami siapkan 1.000 dosis jenis sinovac dan pfizer kepada pelajar di lokasi SMPN 7 dan SMPN 2,” tuntasnya. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Matthew Gregori Nusa







