oleh

Legenda Telur Pecah Kaltara Wakili Indonesia dalam Festival Film Asia

benuanta.co.id, TARAKAN – Rumah Produksi Arch Mediatama Producrion PT. Mitra Taka Utama berhasil meluncurkan sebuah film pendek berjudul Legenda Telur Pecah.

Film pendek ini berhasil meraih juara pertama dalam HUT Kaltara ke 9 sekaligus menjadi juara favorit. Tak berselang lama, film pendek yang mengangkat cerita rakyat Kaltara ini dilirik oleh Layar Komunitas Film Indonesia dan diminta untuk mengikuti Festival Film Asia.

“Legenda ini merupakan cerita rakyat di Kabupaten Bulungan. Telur pecah ini adalah icon Bulungan juga kan, lalu kami diminta ikut Festival Asia yang akan dilaksanakan pada 27 November sampai 4 Desember,” ujar Manager Produksi Arch Mediatama Producrion, Ibrahim.

Baca Juga :  Polres Tarakan Komitmen Sampaikan Tuntutan Aliansi Masyarakat Adat Kaltara ke Polda

Disampaikan Ibrahim, hal ini bukan kali pertama rumah produksinya menorehkan prestasi di dunia kreasi film. Ia bahkan pernah meraih juara  Harapan I Nasional dari festival yang diadakan Kemensos.

“Juara Harapan 1 Nasional diadakan Kemensos waktu itu, kemudian HUT RI 76 juga juara 1 Kaltara dan harapan II di Nasional,” tambah nya.

Sementara itu, Produser Arch Mediatama Producrion, Si Ujang Gegawo mengatakan terdapat proses yang cukup memakan waktu dalam pembuatan film ini. Timnya harus melakukan riset dengan menemui beberapa tokoh adat bahkan Dinas Pariwisata untuk konsultasi persoalan sejarah telur pecah ini yang terjadi sekitar 300 tahun yang lalu.

Baca Juga :  Selamat! Wiwit Susanto Didapuk sebagai Ketua SPJ Kaltara

“Riset kami dua Minggu, pembuatan film juga dua Minggu, kemudian pembuatan nya itu kami mencari lokasi yang menggambarkan suasana 300 tahun yang lalu juga,” katanya.

Demi memperoleh kualitas film dengan properti dan suasana yang mendukung, pihaknya rela berjalan kaki selam 2 jam menuju air terjun Pimping. Terdapat tiga lokasi syuting pembuatan film ini diantaranya Tugu Telur Pecah Jelarai, Mentadau dan Pimping Sulok.

“Aksesnya sulit, jalan kaki dan kesulitannya kita harus benar-benar tahu kan kevalidan cerita sejarah ini jangan sampai berbeda pendapat nantinya, tapi ini dipastikan tidak ada persimpangan pendapat,” tegas Ujang.

Baca Juga :  Diduga Hina Kalimantan, Lembaga Adat Tidung Kecam Edy Mulyadi 

Pihaknya berharap untuk kedepannya sangat membutuhkan support dan dukungan dari instansi maupun pemerintah terkait. Arch Mediatama Producrion juga telah mempersiapkan sebuah projek untuk HUT Kaltara ke 10 dengan tema One Decade Kaltara.

“Yang jelas kami sangat butuh support dari pemerintah, karena kondisi sekarang hanya itu yang kita harapkan agar komunitas kreator dapat berkarya lebih indah,” tuntasnya. (*)

 

Reporter: Endah Agustina

Editor: Matthew Gregori Nusa

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *