BKD Kaltara Gelar Ujian Kenaikan Pangkat dan Penyesuaian Ijazah

benuanta.co.id, BULUNGAN – Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Kaltara menyelenggarakan ujian kenaikan pangkat penyesuaian ijazah, ujian dinas tingkat 1 dan tingkat 2 tahun 2021. Kegiatan ini berlangsung di aula gedung gabungan dinas-dinas (Gadis) Pemprov Kaltara, diikuti oleh ratusan pegawai dari berbagai daerah.

Kepala BKD Kaltara Burhanuddin melalui Kasubid Mutasi Pegawai BKD Kaltara Inconita Christina mengatakan jika ujian dinas tingkat 2 adalah pegawai negeri sipil (PNS) golongan 3 D yang menjabat pada eselon 3.

“Ujian dinas tingkat 2 totalnya ada 23 orang tapi hanya ada 22 yang ikut, karena 1 orang berangkat dinas. Sisanya adalah penyesuaian ijazah SMP ke SMA, SMA ke D3, D3 ke S1 dan S1 ke S2, jadi bervariatif,” ujar Inconita Christina kepada benuanta.co.id, Selasa 9 November 2021.

Baca Juga :  Flash News! Kejati Kaltara Geledah Kantor Gabungan Dinas, Beberapa OPD Diperiksa

Kata dia, ujiannya terdiri beberapa rangkaian pertama ujian Computer Assisted Test (CAT) yang terlaksana pada tanggal 3 November 2021 lalu, peserta yang ikut sebanyak 546 orang.

“Mereka tidak semua ikut wawancara, ujian dinas tingkat 1 itu wawancaranya melalui sistem aplikasi. Kemudian pada hari ini mereka yang ikut ujian dinas tingkat 2 dan penyesuaian ijazah,” paparnya.

Baca Juga :  Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan pada 18 Februari 

Untuk hasil sendiri, akan dilakukan secepatnya karena akan dikoordinasikan lagi dengan Kantor Regional (Kanreg) VIII Badan Kepegawaian Negara (BKN) Banjarmasin. Kalau melihat jadwalnya sendiri pengumuman akan dilakukan setelah 1 minggu pelaksanaan ujian.

“Ujiannya seharusnya kemarin tapi ada kendala teknis maka baru hari ini terlaksana. Sehingga hasilnya nanti sepekan kemudian,” beber Inconita.

Dia menuturkan ujian hanya dari provinsi saja, karena banyak permintaan dari kabupaten kota bahkan dari luar Provinsi Kaltara. Maka BKD Kaltara mencoba mengakomodir pegawai dari daerah untuk ikut ujian.

Baca Juga :  Sekprov Himbau Pejabat Agar Paham Aturan

“Ada permintaan dari Berau dan Kutai Timur Kaltim mau ikut tapi kami batasi, kami hanya fokus ke Kaltara saja dulu,” ucapnya.

Sesi ujian wawancara itu beberapa modul yang diberikan berupa penguasaan kompetensinya, penyelesaian permasalahan apakah ada kendala atau tidak, kepemilikan inovasi atau tidak, serta sikap saat wawancara.

“Jika bersangkutan tidak menguasai materi dan kompetensinya maka pada ujian ini tidak lulus. Makanya akan mengulang di tahun depan jika tidak lulus,” pungkasnya. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *