benuanta.co.id, NUNUKAN – Selain logistik disalurkan Pemerintah Kabupaten Nunukan, saat ini tenda untuk korban kebakaran telah disiagakan, namun bukan sebagai tenda tanggap darurat melainkan untuk penanganan sementara.
Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan Muhammad Amin, SH, mengatakan kebutuhan bahan makanan sudah disalurkan, sehingga korban kebakaran dapat mengolah makanannya sendiri.
“Kita sudah siapkan tenda dan tendanya standby jika tidak ada tempat menumpangnya di keluarga atau tetangga korban, maka kita arahkan ditenda,” jelasnya, Senin (8/11/2021).
Tenda yang didirikan ini sekitar 7 hari untuk penanganan dan juga pusat logistik untuk bantuan bagi korban. Kepala Sub Bidang Kedaruratan BPBD Nunukan, Hasanuddin menuturkann, dari data yang dicatat ada 4 unit bangunan yang terbakar, kemudian data 14 kepala keluarga (KK) dengan 43 jiwa, data tersebut sudah diambil dari ketua RT.
“Kita sudah ambil datanya dari pak RT dan semua sudah ada disini masing-masing kepala keluarga, untuk divalidasi kembali datanya,” terangnya.
Kendala saat ini terkait dokumen-dokumen mereka, maka dari itu pihaknya akan melakukan komunikasikan dengan aparat kepolisian, dengan catatan sipil (Capil) termasuk dinas Pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Nunukan untuk dokumen-dokumen pengurusannya,
Tim BPBD Nunukan telah mengeluarkan pendataan terkait kerugian materi korban kebakaran. Untuk kerusakan bangunan diperkirakan mencapai Rp 1,240 miliar dengan kerugian materi isi bangunan Rp 47-50 juta. “Jadi total sekitar Rp 1,28 miliar kerusakan dan kerugiannya,” jelasnya.
Lanjut Hasanuddin, walaupun rumah tersebut sedang kosong karena orangnya ke Sulawesi, akan tetap dihitung sebagai korban karena disitu ada kerugian harta benda yang ditinggalkan.
“Kami belum dapat konfirmasi dari pihak yang berwajib penyebab terjadinya kebakaran. Kalau informasi memang dari salah satu bangunan salon, tapi penyebabnya kita belum tau,” tutupnya. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: Ramli







